BPJS Kesehatan Singaraja

Berkat JKN-KIS yang Diselenggarakan BPJS Kesehatan, Ginjal Bapak Saya Terselamatkan

Penderita gagal ginjal, Untung Surapati adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Gerokgak, Buleleng

Berkat JKN-KIS yang Diselenggarakan BPJS Kesehatan, Ginjal Bapak Saya Terselamatkan
BPJS Kesehatan
Untung Surapati (47) ditemani anaknya merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Gerokgak, Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejak program JKN-KIS diselenggarakan di awal tahun 2014, BPJS Kesehatan telah banyak membiayai kasus katastropik salah satunya adalah tindakan hemodialisa atau yang lebih dikenal dengan cuci darah pada pasien penderita gagal ginjal.

Ginjal merupakan salah satu organ dalam tubuh yang mempunyai peran vital dan tak tergantikan.

Secara sederhana gagal ginjal merupakan kondisi dimana ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsi normalnya sehingga menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

Untung Surapati (47) adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Gerokgak, Buleleng.

Ia menderita gagal ginjal dan memerlukan penanganan cuci darah agar fisiknya tetap terjaga. Ia tidak pernah menduga akan mengalami gagal ginjal yang memerlukan biaya penanganan sangat mahal.

Dulu ia adalah seorang petani, semenjak terkena gagal ginjal, kini ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Seperti yang diceritakan oleh anaknya Irma Wahyuni saat sedang menunggu ayahnya yang sedang dirawat di RSU Kertha Usada Singaraja pada (25/1/2019).

“Bapak saya sudah berulang kali menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS karena bapak saya didiagnosa mengalami gagal ginjal. Sekarang bapak saya rutin untuk melakukan cuci darah satu minggu dua kali di RSU Kertha Usada Singaraja agar ginjal bapak saya tetap terkontrol. Dulu sebelum cuci darah, kondisi tubuh Bapak saya lemas, cepat letih dan terasa tidak bertenaga, beruntung saya segera mendapat penanganan cuci darah,” kisahnya.

Irma pun dengan penuh semangat menceritakan pengalamannya saat ayahnya dirawat di RSU Kertha Usada Singaraja.

“Bapak saya dilayani dengan baik, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dengan pasien peserta JKN-KIS yang saya rasakan. Tidak ada ruginya menjadi perseta JKN-KIS. Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini sangat membantu saya dan keluarga, meringankan beban keluarga saya. Betapa beruntungnya saya dan keluarga telah menjadi peserta JKN-KIS,” jelasnya.

Ia pun mengaku beruntung karena telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya, semua biaya pelayanan kesehatan ayahnya dijamin sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

Halaman
12
Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved