Desak Bongkar Kasus Paedofilia di Ashram, SWAP Dorong DPRD Klungkung Bentuk Pansus

Solidaritas Warga Anti Paedofilia (SWAP) mendatangi Komisi II DPRD Klungkung, Senin (18/2).

Desak Bongkar Kasus Paedofilia di Ashram, SWAP Dorong DPRD Klungkung Bentuk Pansus
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Solidaritas Warga Anti Paedofilia menyambangi DPRD Klungkung, Senin (18/2/2019). Mereka memenuhi undangan Anggota Komisi II DPRD Klungkung, untuk beraudensi terkait kasus paedofilia. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Solidaritas Warga Anti Paedofilia (SWAP) mendatangi Komisi II DPRD Klungkung, Senin (18/2).

Mereka memenuhi undangan Anggota Komisi II untuk melakukan audensi terkait kasus pedofilia yang diduga terjadi di Ashram Gandhi Puri Sevagram yang terletak di Desa Paksebali, Klungkung.

Dalam kesempatan itu, Siti Sapurah berharap agar Anggota DPRD Klungkung dapat membentuk Pansus untuk mengatensi dugaan kasus kekerasan seksual  tersebut.

Mereka diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara, didampingi Artison Andarawata.

Mengawali pembicaraan itu, Siti Sapurah menyerahkan dokumen yang berisi kronologis dugaan kasus tersebut.

Dokumen itu ditandatangani Siti Sapurah.

Semua kronologis dijelaskan Siti Sapurah diikuti oleh penjelasan dari anggota SWAP lainnya. Menurut mereka, kasus ini sangat perlu mendapat perhatian dari DPRD Klungkung.

Terlebih kasus ini fokusnya terjadi di Klungkung, yang sudah dinyatakan sebagai kabupaten layak anak.

"Kami berharap DPRD Klungkung dapat membentuk Pansus untuk mengatensi kasus ini. Kami merasa saat ini Polda masih bekerja lamban, untuk mengusut kasus ini," ujar Siti Sapurah.

Menurut Siti Sapurah, kepolisian harus serius lagi menindaklanjuti kasus ini, walaupun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari korban.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved