BPJS Kesehatan Singaraja

Pegang Kartu JKN-KIS Tapi Tak Pernah Digunakan, Artinya Beramal

Kehadiaran Progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan disambut baik oleh masyarakat

Pegang Kartu JKN-KIS Tapi Tak Pernah Digunakan, Artinya Beramal
BPJS Kesehatan
I Gusti Ayu Indirayani (36) mengungkapkan selalu merasa tenang dan aman karena sudah memegang kartu JKN-KIS. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tidak ada satu orangpun yang ingin sakit, karena selain aktivitas kita menjadi terhambat karena sakit, biaya pengobatan di fasilitas kesehatan pun menjadi salah satu alasannya.

Seperti diketahui bersama, biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan saat ini tergolong tinggi bagi masyarakat yang memiliki perekonomian menengah ke bawah.

Kehadiaran Progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan di tengah masyarakat semakin disambut baik, salah satunya oleh I Gusti Ayu Indirayani (36).

Saat ditemui di kediamannya (8/1/2019), ia mengungkapkan selalu merasa tenang dan aman karena sudah memegang kartu JKN-KIS.

 “Saya sebagai peserta JKN-KIS merasa bangga memegang kartu ini. Karena selain kesehatan saya telah dijamin oleh program JKN-KIS, saya juga telah berkontribusi menyehatkan peserta lain melalui iuran rutin saya yang dipotong oleh perusahaan tempat saya bekerja,” tuturnya sambil tersenyum

Ayu mengungkapkan kepuasannya menjadi peserta JKN-KIS walaupun jarang menggunakannya.

“Memegang kartu JKN-KIS bukan semata-mata kita harus menggunakannya, alangkah baiknya jika kita tidak menggunakannya karena jika kita tidak menggunakannya berarti kita dan keluarga dalam keadaan sehat dan saya tidak merasa rugi sama sekali karena iuran yang yang saya bayarkan setiap bulan. Dari iuran yang saya bayarkan tersebut, saya bisa beramal untuk peserta lain yang sedang sakit," ujarnya.

"Luar biasa bahagianya karena secara tidak langsung saya sudah bersedekah kepada orang lain dan Tuhan pasti mencatat hal itu, hitung-hitung menambah amal ibadah di dunia akhirat dan semoga balasan kebaikan akan kembali ke saya dan keluarga serta selalu diberikan kesehatan dan umur panjang untuk saya dan keluarga saya tentunya,” imbuh perempuan asal Klungkung ini.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peseta JKN-KIS.

“Jangan sampai menyesal nantinya setelah sakit dan belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena sakit tidak pernah minta ijin terlebih dahulu. Maka dari itu mendaftarlah sebagai peserta JKN-KIS sebelum sakit dan sekali lagi jangan pernah berpikir rugi menjadi peserta JKN-KIS,” jelasnya sambil tersenyum

Iya menyatakan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan, karena telah menjamin kesehatan saya dan saya berharap untuk peserta yang terdaftar sebagai peserta mandiri, rutinlah membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Bangga dong ya bisa menjadi pahlawan bagi orang lain yang sedang membutuhkan. Sekecil apapun yang kita berikan, itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tutur Ayu menutup pembicaraan. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved