Terbukti Miliki Sabu, Ekstasi dan Ganja Doni Pasrah Diganjar 11 Tahun Penjara

Doni Irawan (32) terlihat menunduk dan sesekali menggelangkan kepalanya.

Terbukti Miliki Sabu, Ekstasi dan Ganja  Doni Pasrah Diganjar 11 Tahun Penjara
Istimewa
Ilustrasi sidang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Doni Irawan (32) terlihat menunduk dan sesekali menggelangkan kepalanya. Tampaknya ia tidak percaya akan diganjar 11 tahun penjara oleh majelis hakim di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (18/2/2019).

Meski divonis 11 tahun penjara, Doni hanya bisa pasrah dan menyatakan menerima putusan tersebut. Doni sendiri dinyatakan bersalah terkait kepemilikan narkotik jenis sabu-sabu, ekstasi dan ganja.

"Kami menerima putusan ini, Yang Mulia," ujar Novita Ananta Sari selaku penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie belum bersikap dan masih pikir-pikir.

Ditemui usai sidang, Novita menyatakan tidak diajukan banding karena nantinya kemungkinan vonis yang terima terdakwa akan lebih berat.

Wajar jika Novita beranggapan demikian. Sebab, umumnya putusan kasus narkotik sama dengan korupsi. Saat terpidana mengajukan banding bukan mendapat pengurangan hukuman justru ditambah.

"Mau bagaimana lagi, tidak mungkin kami banding atas putusan hakim. Kalau banding malah tambah berat," terangnya.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim sejatinya lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut Doni dengan pidana penjara selama 13 tahun.

Juga, dituntut pidana tambahan, yakni pidana denda Rp 1 miliar, subsidair empat bulan penjara.

Majelis hakim dalam amar putusannya sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa. Doni dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana dakwaan primair pertama dan kedua.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved