WNA Pakistan Ngaku Diperas Oknum Imigrasi di Bali, Begini Jawaban Pihak Imigrasi Ngurah Rai

Unggahannya yang ditulisnya pada 15 Februari pukul 17.19 tersebut, Shanan mengungkapkan bahwa pihak imigrasi meminta uang Rp 15 juta

WNA Pakistan Ngaku Diperas Oknum Imigrasi di Bali, Begini Jawaban Pihak Imigrasi Ngurah Rai
Tribun Bali / Rino Gale
Shanan Waseem Sheikh, WNA Pakistan bersama keluarga dirumahnya di Jalan Buana Sari, Uluwatu 2, Jimbaran, Badung, Kuta, Bali, Senin (18/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan bernama Shanan Waseem Sheikh (34) mengunggah status di laman Facebook Bali Blacklist terkait permasalahan yang dihadapinya saat mengurus Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Kantor Imigrasi di Bali

Dalam unggahannya yang yang ditulisnya pada 15 Februari pukul 17.19 tersebut, Shanan mengungkapkan bahwa pihak imigrasi meminta uang sebesar Rp 15 juta untuk mengurus KITAS dan mengancam untuk mendeportasinya.

Di akhir kalimatnya, ia sangat berharap adanya masukan serta saran dari para pengguna medsos.

Istri Shanan yang merupakan WNI bernama Yulia Andriani (39) menjelaskan kronologi apa yang mereka alami tersebut kepada Tribun Bali.

Menurut Yulia, kala itu ia dan kedua anaknya datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1, Ngurah Rai, Badung, Bali untuk mengajukan surat permohonan pembuatan KITAS yang baru dikarenakan KITAS yang lama sudah habis masa berlakunya atau hangus.

Setibanya di Kantor Imigrasi 1, pihaknya bertemu petugas imigrasi dan disarankan untuk memperbaharui visa milik suaminya itu.

Namun pihak imigrasi diduga tidak mengarahkan ke prosedur pembuatan KITAS.

Hari selanjutnya, Shanan datang sendiri tanpa didampingi istri untuk mengurus KITAS dan petugas Imigrasi tersebut masih saja menyuruh untuk memperbarui visa.

"Saat datang ke Bali, Indonesia, Shanan ingin membuat Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS). Sebelumnya sudah pernah membuat di Jakarta. Karena sudah hangus, maka kami mengajukan membuat KITAS yang baru dan mengurus di Kantor Imigrasi Kelas 1. Saat di loket, petugas justru menyarankan untuk merenewal (memperbaruhi visa), padahal suami saya meminta permohonan untuk membuat KITAS,” ujarnya saat dihubungi melalui seluler kemarin, Minggu (17/2/2019).

Kemudian di hari selanjutnya, suami Yulia kembali ke Kantor Imigrasi, namun Yulia menyebut bahwa dirinya tidak bisa mendampingi suami dengan alasan tengah menjaga kedua anak yang masih kecil.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved