Lama Tanpa Status, Muncul Wacana Jadikan Rejang Renteng Sebagai Tari Wali

Setelah lama tanpa status, kini Tari Rejang Renteng diwacanakan akan menjadi tari wali.

Lama Tanpa Status, Muncul Wacana Jadikan Rejang Renteng Sebagai Tari Wali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Para penari membawakan Tari Rejang Renteng Massal dalam rangkaian prosesi melaspas Balai Kul-Kul Banjar Legian Kelod,Desa Legian, Kuta, Sabtu (1/12/2018). Tampak seorang penari seorang warga negara asing. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah lama tanpa status, kini Tari Rejang Renteng diwacanakan akan menjadi tari wali.

Hal tersebut mengemuka saat workshop Tari Rejang Renteng yang dilaksanakan oleh UPT Taman Budaya, Kamis (21/2/2019) siang.

Tari wali merupakan jenis tari yang bersifat sakral, bersifat religius yang dipentaskan dalam upacara Hindu.

Diwacanakannya Rejang Renteng menjadi tari wali disebut-sebut telah memenuhi unsur-unsur untuk menjadi tari wali.

"Saya rasa nilai satyam, siwan, sundaram, sudah jelas dalam tarian ini dan sekarang bagaimana mengukuhkannya. Ini memang akan terasa aneh saat menciptakan tari wali baru, namun tahun 1970-an, Tari Rejang Dewa belum ada, tapi sekarang diterima jadi tari wali.

"Nah, itu namanya budaya, biarkan mengalir jangan dipaksakan. Kalau dipaksakan itu yang bahaya," kata budayawan dan akademisi, Prof. Dr. I Wayan Dibya saat Workshop Tari Rejang Renteng di Art Center, Kamis (21/2/2019).

Tujuan pewacanaannya menjadi tari wali ini agar lebih jelas posisinya, sehingga masyarakat tidak bingung apakah masuk tari wali atau tari bebali.

Agar tari ini tidak terkesan menjadi tari yang populer, perlu dilaksanakan kesatuan tafsir dan hasilnya kemudian disosialisasikan ke masyarakat dan juga sanggar.

"Para pemilik sanggar juga ikut mengkondisikan supaya mereka mengindahkan dan mengamankan kesepakatan itu. Sehingga akan menutup kekuatan popularitasnya untuk dijadikan ajang macam-macam yang akan menurunkan keskralannya," kata Dibya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved