Banjir di Ubud Jadi Pembicaraan Wisatawan Mancanegara, Begini Respon Bupati Gianyar 

Pasca hujan yang mengguyur Kecamatan Ubud, mengakibatkan kawasan Jalan Dewi Sita mendapatkan sorotan negatif dari wisatawan mancanegara.

Banjir di Ubud Jadi Pembicaraan Wisatawan Mancanegara, Begini Respon Bupati Gianyar 
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pengendara motor menerobos banjir di Jalan Dewi Sita, Ubud, yang terjadi pada Rabu (20/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pasca hujan yang mengguyur Kecamatan Ubud, mengakibatkan kawasan Jalan Dewi Sita mendapatkan sorotan negatif dari wisatawan mancanegara.

Sebab, hujan deras yang tak berlangsung lama, sudah menyebabkan banjir yang mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini menjadi pembahasan wisman.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Kamis (21/2), kondisi tersebut terjadi akibat sungai yang berada di kawasan Jalan Dewi Sita, tak mampu membendung volume air hujan.

Sebab sungai tersebut kondisinya relatif dangkal. Situasi semakin parah, lantaran fungsi drainase sangat minim.

Sebab tersumbat sampah dan konstruksi bangunan. Hal tersebut terjadi di kawasan yang terdapat jejeran restoran hingga kios penjual suvenir.

Kondisi ini menjadi pembahasan di forum media sosial internasional.

Hampir semua warga asing yang tergabung dalam forum tersebut menyayangkan kondisi Ubud.

Sungai dan drainase yang berfungsi sebagai daerah resapan, justru menjadi petaka.

“Avoid jalan Dewi Sita after the big rain, the river has flooded the the street due to banyak sampah,” ujar Alison Barry di akun facebook, Ubud Community.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Bagus Ari Brahmanta membenarkan, saat ini Ubud tengah menjadi sorotan wisatawan terkait banjir, dengan kondisi air yang keruh, berbau tak sedap dan banyak sampah.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved