Setelah Manggis, Kini Salak Gula Pasir Bali Siap Diekspor ke Luar Negeri

kini giliran buah salak gula pasir asli Bali yang bersiap untuk memenuhi pasar-pasar luar negeri

Setelah Manggis, Kini Salak Gula Pasir Bali Siap Diekspor ke Luar Negeri
Humas Karantina Denpasar
Rakor Akselerasi Ekspor Buah Salak di ruang pertemuan Karantina Denpasar, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Karantina Pertanian terus memberikan upaya maksimal untuk mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian.

Setelah sukses ekspor buah manggis, kini giliran buah salak gula pasir asli Bali yang bersiap untuk memenuhi pasar-pasar luar negeri.

“Bulan Maret nanti Negara Kamboja sudah pasti mengimpor salak langsung dari Bali. Salak gula pasir dari Bali memiliki cita rasa yang sangat luar biasa dibanding salak-salak daerah lain, saya optimis buah ini akan menyusul kesuksesan ekspor buah manggis sebelumnya," ujar Martin eksportir salak.

Baca: AHY Temukan Catatan Kecil Mengharukan Milik Ani Yudhoyono Soal Sakit Yang Dideritanya Kini

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Denpasar Bayarkan Klaim Rp 273,8 Miliar Lebih

Martin menambahkan, mulai bulan Maret akan dilakukan ekspor perdana, kurang lebih 1 ton/hari.

Kepala Karantina Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan, pihaknya berjanji akan terus mendampingi dan bekerja sama dengan petani di Bali dalam memperlancar ekspor-ekspor komoditas pertanian.

“Jangan takut, karantina tidak pernah mempersulit ekspor, kami justru membantu memperlancar sertifikasi komoditas pertanian yang akan diekspor,” ungkap Terunanegara saat membuka Rakor Akselerasi Ekspor Buah Salak di ruang pertemuan Karantina Denpasar, Jumat (22/2/2019).

Baca: Menang Metajen, Kakek Bercucu 10 di Buleleng Ini Beli Sabu, Adan Ungkap Alasannya Begini

Baca: Kurang Dikenal Masyarakat, Omzet Rumah Belanja Denpasar Tahun 2018 Hanya Rp 14 Juta

Ia mengungkapkan bahwa persyaratan ekspor dibuat oleh negara tujuan ekspor bukan pihak Karantina.

Dengan demikian pihaknya berjanji akan membantu pemenuhan persyaratan tersebut.

Dikatakannya, registrasi rumah kemas dan kebun menjadi persyaratan ekspor buah salak ke China, sedangkan untuk negara-negara lain yang belum mempersyaratkan, bisa memulai untuk gempur ekspor ke sana.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved