Curhat Seorang Buzzer Pilpres 2019 Hampir Tiap Hari Terima Teror Ancaman Pembunuhan

Ia menjadi koordinator buzzer media sosial terkait Pilpres 2019 yang sedang berlangsung.

Curhat Seorang Buzzer Pilpres 2019 Hampir Tiap Hari Terima Teror Ancaman Pembunuhan
bbc
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menjalankan misi khusus politik tingkat tinggi sebagai buzzer media sosial pada proses pemilihan presiden, ternyata mempunyai masalah dan risiko tersendiri.

Bukan main-main, teror fisik hingga ancaman pembunuhan kerap kali menerpa.

Hal ini dialami Donny, pemilik organ Tim Cyber 300 di Jakarta.

Ia menjadi koordinator buzzer media sosial terkait Pilpres 2019 yang sedang berlangsung.

Donny mengaku menerima teror ancaman pembunuhan hampir setiap hari.

Alasannya, selaku relawan "pasukan udara" pasangan calon presiden-calon wakil presiden, ia terus-menerus membela pasangan tersebut setiap waktu.

"Ancaman pembunuhan hampir setiap hari harus saya terima. Saya bisa memperlihatkan bagaimana saya diteror tidak pernah berhenti," kata Donny saat ditemui Tribun Network di kawasan Jakarta Selatan, pekan lalu.

Ancaman dan umpatan kerap diterimanya melalui sambungan komunikasi telepon seluler.

Saking seringnya menerima kata-kata tidak baik, dia enggan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal atau tidak tersimpan terlebih dahulu di daftar nama ponselnya.

"Enggak mau saya. Nanti tahu-tahu diangkat isinya cuma caci maki. Dulu setiap hari pasti ada. Sekarang, saya sudah tidak mau lagi angkat telepon kalau tidak kenal nomornya," ucap Donny.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved