Tetap Prima Menjawab Tantangan, BFI Finance Bukukan Kinerja Positif dengan NPF Terkendali

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup buku tahun 2018 dengan pencapaian kinerja positif di tengah berbagai tantangan.

Tetap Prima Menjawab Tantangan, BFI Finance Bukukan Kinerja Positif dengan NPF Terkendali
Adel, Corporate Communication BFI Finance
Gedung BFI Finance 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup buku tahun 2018 dengan pencapaian kinerja positif di tengah berbagai tantangan.

Kondisi prima perusahaan juga seakan menjawab beragam kekhawatiran di tengah pengetatan likuiditas perbankan, kenaikan tingkat suku bunga, serta menurunnya kepercayaan perbankan sebagai imbas dari beberapa kasus kredit macet yang melibatkan perusahaan pembiayaan.

Dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali, disebutkan bahwa selama 2018, perusahaan mencatatkan kenaikan piutang bersih pembiayaan sebesar 14 persen atau sekitar Rp 17,3 triliun.

Peningkatan ini di atas pertumbuhan industri pembiayaan yang hanya sebesar 5,2 persen pada periode sama.

“Beragam kondisi eksternal khususnya di semester II-2018 cukup menantang perusahaan untuk dapat tetap tumbuh secara sehat, di antaranya dampak dari kenaikan FFR (Federal
Fund Rate) sebanyak 4 kali yang berimplikasi pada pelemahan mata uang serta capital flight dari emerging market, termasuk Indonesia dan pengetatan likuiditas perbankan serta
kenaikan tingkat bunga. Namun, BFI Finance mengambil langkah-langkah strategis sehingga berhasil menjaga kualitas aset yang tetap baik di tengah pertumbuhan bisnis,” ujar Sudjono, Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance.

Sudjono menambahkan, perusahaan juga berhasil mencatat kenaikan aset pada 2018 yang mencapai Rp 19,1 triliun atau meningkat sebesar 16 persen dibanding periode serupa yang
sebesar Rp 16,5 triliun.

Pertumbuhan piutang dan aset yang positif ini juga berdampak pada pendapatan sebesar
24 persen menjadi Rp 5 triliun, sementara itu laba bersih juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24 persen yoy (year on year) menjadi Rp 1,47 triliun.

Baca: Takut Memulai Bisnis? Jangan Risau, Begini Tips Mengelola Rasa Takut Tersebut

Baca: Kontribusi Pertanian pada Ekonomi Terus Menurun, Mahasiswa STIS PKL Analisis Data Pangan di Bali

Baca: Di Balik Fenomena Prostitusi Online, Hotman Paris Ungkap Sebagai Upaya Melancarkan Bisnis & Proyek

Dengan optimisme menjalani 2018, BFI Finance akan terus menjalankan bisnis dengan berpedoman pada akuntabilitas dan menjunjung tinggi profesionalisme.

Kepercayaan dan dukungan konsumen, investor, mitra bisnis, dan stake holder lainnya menjadi bukti BFI Finance mampu menjawab dinamika dan tantangan bisnis dari tahun ke tahun.

Salah satunya tercermin pada rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang tetap terjaga di angka
1,2 persen, jauh lebih baik dibanding tingkat NPF Industri Keuangan Non Bank yang berada pada level 2,7 persen (sumber: Statistik Lembaga Pembiayaan OJK Desember 2018).

“Kinerja perusahaan pada tahun lalu masih tumbuh lebih tinggi di atas rata-rata industri. Ini sinyal yang baik bagi perusahaan untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan. Kami terus melakukan inovasi dan pengembangan produk untuk menjangkau konsumen-konsumen baru, di antaranya lewat produk syariah, lifestyle product (leisure), dan education, serta bekerjasama dengan beberapa perusahaan digital dalam memasarkan produk BFI Finance,” ungkap Sutadi, Business Director BFI Finance dalam berita rilis yang Tribun Bali terima pada Sabtu (23/2/2019).

Sampai akhir Desember lalu, total outlet BFI Finance berjumlah 401 kantor pemasaran, di luar 22 kantor pemasaran BFI Finance Syariah.

Penambahan jaringan ini tentunya akan mendekatkan BFI Finance ke konsumen serta akan memudahkan layanan di berbagai lini. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved