Tutik Kusuma Wardhani Ingin UMKM Jadi Panglima Ekonomi Bali

Masih diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh agar UMKM Bali dapat berkembang dan menjadi panglima bagi perekonomian.

Tutik Kusuma Wardhani Ingin UMKM Jadi Panglima Ekonomi Bali
Tim Bank Indonesia Perwakilan Bali
Anggota Komisi XI DPR RI asal Bali Tutik Kusuma Wardhani memukul gong membuka seminar nasional, di Banjar Penglipuran, Desa Kubu, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anggota Komisi XI DPR RI asal Bali, Tutik Kusuma Wardhani bersama Bank Indonesia sebagai mitra kerja Komisi XI menggelar seminar nasional, di Banjar Penglipuran, Desa Kubu, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (22/2/2019).

Seminar bertema Langkah Bank Indonesia Dalam Mendukung Perekonomian dan Mendorong Terciptanya Stabilitas Harga di Provinis Bali, itu dihadiri 150 peserta dari UMKM dan warga setempat.

Hadir sebagai pembicara antara lain, Tutik Kusuma Wardhani, Kepala Deputi Bank Indonesia Provinsi Bali Sapto Widiatmiko, praktisi ekonomi Bangli Gede Supraptha, dengan moderator I Dewa Gede Suparta seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bangli yang juga mantan Kadis Koperasi Bangli.

Dalam sambutannya Bunda Tutik yang merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat menyebutkan, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia tentu memiliki potensi pasar yang besar.

"Khususnya Desa Penglipuran, desa yang sudah terkenal sebagai desa wisata yang sangat unik, khas dan menarik untuk dikunjungi. Dengan potensi hutan bambunya sekitar 75 hektare, sangat tetpat untuk dikembangkan sebagai industri kreatif dengan bahan baku potensi lokal," ujar caleg Partai Demokrat dapil Bali pada Pemilu 2019 ini.

Bunda Tutik mengatakan, seminar ini dihadiri para pelaku UMKM dan diakuinya sudah banyak perhatian pemerintah kepada UMKM di Bali.

Namun masih diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh agar UMKM Bali dapat benar-benar berkembang dan menjadi panglima bagi perekonomian di Bali.

"Biasanya masalah klasik yang sering dihadapi UMKM adalah permodalan. Banyak UMKM yang belum memiliki izin. Sebagai informasi, masalah (perizinan) ini pun sudah dipermudah untuk mendapatkannya," ujar istri dari I Gede Dharma Wijaya ini.

Menurut Bunda Tutik, kunci keberhasilan UMK adalah mampu melakukan inovasi, yang disesuaikan dengan permintaan pasar, juga kreatif yakni inovasi dan produktivitas harus ditingkatkan.

"Perkembangan teknologi harus terus diikuti, siap bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan selalu menjaga etika dalam berbisnis," ujar Bunda Tutik. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved