Kisah Lanang, Remaja Mendoyo Jembrana yang Berjuang demi Pendidikan dan Neneknya

Lanang berjuang tak hanya untuk isi perut dan sekolahnya, namun jua untuk nenek tercinta, Ni Nyoman Westri

Kisah Lanang, Remaja Mendoyo Jembrana yang Berjuang demi Pendidikan dan Neneknya
Istimewa/Kelompok Relawan Jembrana
Kadek Lanang dan neneknya, Ni Nyoman Westri berfoto di depan kamar rumahnya, Minggu (24/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Saat kebanyakan anak muda bergelut dengan handphone, internet, dan games, Kadek Lanang Sunarsa (17), justru sebaliknya.

Siswa SMKN 3 Mendoyo ini melakoni hidup menjadi tulang punggung keluarga.

Lanang berjuang tak hanya untuk isi perut dan sekolahnya, namun jua untuk nenek tercinta, Ni Nyoman Westri (91).

Kemandirian itu ia pupuk sejak ayahnya meninggal. Sedangkan sang ibu sudah bertransmigrasi ke Sulawesi dengan keluarga barunya.

Tiap hari sebelum sekolah, Lanang memasak terlebih dahulu. Ini ia lakukan untuk neneknya yang menemaninya hidup hingga sebesar ini.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai, baru kemudian ia berangkat ke sekolah.

Lanang tinggal di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Neneknya mulai sakit-sakitan.

Lanang bersaudara dua orang dan kakak perempuannya sudah menikah. Neneknya memiliki lima anak. Empat perempuan dan semua sudah menikah dan tinggal jauh.

Anak laki-lakinya hanya ayah Lanang dan sudah meninggal dunia.

Untuk pergi ke sekolah, Lanang harus menempuh jarak 15 km dengan medan terjal. Kakeknya sebelum meninggal beberapa tahun lalu, mewarisinya sepeda tua. Sepeda itu yang ia pakai sehari-hari.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved