Serangkaian Dies Natalis, STD Bali Adakan Seminar Nasional Desain dan Arsitektur (SENADA)

Seminar ini dilaksanakan sebagai rangkaian acara Dies Natalis Sekolah Tinggi Desain Bali yang ke-6 dan New Media College yang ke-17.

Serangkaian Dies Natalis, STD Bali Adakan Seminar Nasional Desain dan Arsitektur (SENADA)
STD Bali
Dari kiri ke kanan) Gede Pasek Putra Adnyana Yasa, SST, M.Sn, Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA, Dr. A.A Gede Rai Remawa, Perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan u.p. Asdep Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, I Kadek Pranajaya, S.T.,M.T, IAI dan Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. 

TRIBUN-BALI.COM - Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali menyelenggarakan Seminar Nasional Desain dan Arsitektur (SENADA) 2019 pada hari Kamis, 21 Februari kemarin.

Seminar ini dilaksanakan sebagai rangkaian acara Dies Natalis Sekolah Tinggi Desain Bali yang ke-6 dan New Media College yang ke-17. 

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua STD Bali, Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. Keynote speaker yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA yang merupakan pakar semiotika dan Guru Besar FSRD ITB.

Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn merupakan ketua STD Bali dan dosen Desain Komunikasi Visual (DKV). Dr. A.A Gede Rai Remawa merupakan praktisi, dosen interior ISI Denpasar dan penasihat HDII Bali.

Masing-masing keynote speaker menyajikan materi yang sangat luar biasa.

Seminar SENADA 2019 ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan u.p. Asdep Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Seminar SENADA tahun ini mengambil tema “Desain Seni dan Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0”.

Maksud dari tema tersebut adalah bagaimana tantangan, peluang yang dihadapi oleh para akademisi, maupun praktisi di bidang Desain, Seni, Budaya, dan Arsitektur dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

Di mana Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Baca: Tertangkap Berbuat Tak Senonoh di Masjid, Dua Remaja Ini Nyaris Dihakimi Massa

Baca: Ini yang Diminta Yabes Tanuri agar Pemain Tidak Tersingkir dari Bali United

Baca: Nyaris Tewas Ditusuk Temannya yang Psikopat, Listya Magdalena Kini Jadi Youtuber Sukses di Indonesia

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved