4 Hari Belum Ditemukan, Dugaan Candra Jatuh di Laut Tipis, Basarnas Ungkap Bentuk Tebing yang Begini

roses pencarian siswa beridentitas I Made Chandra Udiana (16) yang diduga terperosok jatuh di jurang tebing perairan saren Cliff Point,

4 Hari Belum Ditemukan, Dugaan Candra Jatuh di Laut Tipis, Basarnas Ungkap Bentuk Tebing yang Begini
Istimewa
Lokasi terprosoknya Made Candra Udiana di Saren Cliff, di Dusun Saren, Desa Batu Madeg, Nusa Penida, Minggu (24/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Proses pencarian siswa beridentitas I Made Chandra Udiana (16) yang diduga terperosok jatuh di jurang tebing perairan Saren Cliff Point, Desa Batumadeg, Nusa Penida, Sabtu (23/2/2019), lalu hingga kini, Selasa (26/2/2019) masih terus dilakukan.

Hingga hari keempat, berdasakan info yang diterima tribun-bali.com pagi tadi, dari Humas Basarnas Bali, pencarian belum menemukan korban yang dimaksud.

Kejadian yang terjadi di Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, itu pun menyita perhatian masyarakat sekitar.

Bahkan beberapa masyarakat ikut mencari korban yang diduga jatuh ke dasar jurang dengan melalui jalur manual menuju lokasi.

Dengan bentuk tebing yang memiliki banyak gundukan, menonjol dan tidak vertikal, membuat tim Basarnas kesulitan akses.

"Kesulitan yang dihadapi tim adalah medannya yang berat. Karena bentuk tebingnya itu banyak gundukan-gundukan, jadi kesulitannya di situ."

"Tebing ini bukan berbentuk vertikal, jadi tidak semua lokasi yang bisa kita akses ke bawah. Apalagi talinya juga kalau terlalu bergesekan dengan tebing kan bisa berbahaya. Kalau melewati gundukan kan talinya juga ikutan, kemudian bergesekan.

"Ketika turun tidak terlalu masalah tapi pas naiknya ini yang berbahaya.
Khawatirnya saat kita tarik dan terus bergesekan takutnya putus begitu, risikonya besar sekali. Sempat talinya bunyi 'krek-krek'."

"Jadi hari ini kami turun di sekitar lokasi yang dicurigai itu tapi kita harus cari cara biar talinya tidak fiksi gitu," jelas Cakra Negara Humas Basarnas saat dikonfirmasi tribun-bali.com, malam, kemarin.

Ditanya apakah kemungkinan korban diduga jatuh ke laut, jawab dia ada, tapi kemungkinannya tipis.

"Kalau dari segi kemungkinan jatuh ke laut itu tipis ya. Bisa saja terjadi, tapi kalau dari bentuk tebingnya itu artinya tidak, dan teman-teman yang lain juga berpikir seperti itu.

"Apalagi di daerah selatan itu ramai, dan banyak wisatawan snorkeling di sana, jadi pasti ada yang lihat. Lebih dari itu di laut juga kita kerahkan tim. Kan itu juga berdekatan. Siapa yang tahu kan? Dari laut ada, kita juga meminta tim di sana untuk memantau aktivitas kami dari sana, seperti bagaimana talinya," terang dia yang juga ke lokasi mengikuti proses pencarian.

Hingga hari keempat, korban belum juga ditemukan. Ia berharap doa dari masyarakat sekalian agar Candra ditemukan.

"Hasilnya masih nihil Bli. Hari ini kita lanjutkan, berangkat jam 6 pagi dari basecamp. Hari ini juga ada penambahan dua personil, dan katanya ada Sabhara Polda Bali juga mau ikut dalam pencarian," ucap dia berharap. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved