BSN Resmikan Kantor Layanan Teknis ke-3, Cari Info tentang SNI Akan Makin Mudah

Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019).

BSN Resmikan Kantor Layanan Teknis ke-3, Cari Info tentang SNI Akan Makin Mudah
BSN
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs.H. Uju, M.Si menggunting pita sebagai simbol diresmikannya layanan Kantor Layanan Teknis BSN di Bekasi, Selasa (26/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019).

Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT di Kota Makassar dan Palembang.

Dengan berdirinya KLT BSN di Bekasi, masyarakat Bekasi dan sekitarnya akan semakin mudah untuk mendapatkan layanan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK).

Selain itu, diharapkan jumlah industri dan UKM yang menerapkan SNI di wilayah ini akan semakin meningkat.

Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam rilis yang diterima Tribun Bali menjelaskan, KLT ini merupakan langkah nyata BSN dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 terutama di Pasal 8 Ayat 2 yang menerangkan bahwa tugas dan tanggung jawab di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dilaksanakan oleh BSN.

Selain itu, sesuai pasal 53, dinyatakan bahwa BSN bersama dengan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian lainnya, dan/atau pemerintah daerah bekerja sama untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat dalam penerapan SNI.

Dengan adanya KLT Bekasi ini, masyarakat di wilayah ini dapat lebih mudah mengakses informasi SPK, berkonsultasi, serta mengusulkan pembinaan SNI bagi UKM.

Baca: Geluti Bisnis Properti, Ini 3 Vila Mewah Hotman Paris Hutapea di Bali, Harga Sewa Rp 12 Juta/Malam

Baca: 2 Kapal Vietnam Gertak Kapal Perang TNI saat Tangkap 4 Kapal Nelayannya di Perairan Natuna

Baca: Cerita Soal Barang Mewah yang Menempel di Badannya, Hotman Paris Hutapea Ungkap Angka Rp 60 Miliar

“Bekasi merupakan tempat yang paling strategis. Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), potensi industri dan UMKM di Kabupaten Bekasi sangat luar biasa. Hadirnya standardisasi dan penilaian kesesuaian sudah tidak dapat ditawar lagi, karena sangat membantu para pelaku usaha dalam penerapan standar. Keluhan akan mahalnya biaya pengurusan SNI akan sirna karena manfaat penerapan SNI jauh lebih banyak, baik untuk akses pasar, memperkuat daya saing produk lokal, dan masih banyak lagi,” tegas Bambang.

Sebagai informasi, hingga saat ini, jumlah industri penerap SNI di Indonesia adalah 13.819 industri, sedangkan di Jawa Barat jumlahnya adalah 120 industri, sementara di wilayah Cikarang, Bekasi dan sekitarnya jumlahnya mencapai 66 industri.

Dengan adanya potensi tersebut, BSN harus mendekatkan diri kepada para stake holder di daerah untuk memenuhi kebutuhan standardisasi di berbagai wilayah Indonesia.

Mengingat luasnya wliayah Indonesia dan belum meratanya penerapan standar, maka BSN membentuk Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN di daerah.

Selain di Bekasi, pada tahun 2019 ini, BSN juga akan mengoperasikan KLT di Surabaya dan Pekanbaru. Di KLT, BSN menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung layanan SPK seperti pelatihan, konsultasi, serta pembinaan penerapan SNI kepada pelaku usaha, dan lembaga penilaian kesesuaian.

“Pendirian KLT di Bekasi, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Bekasi, melalui program pendampingan dan bimbingan penerapan SNI, diharapkan organisasi dan industri termasuk UMKM di Bekasi mampu berdaya saing baik di tingkat nasional dan global, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat,” tutup Bambang. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved