Perbekel Celukan Bawang Tak Kunjung Ditahan Sejak Tersangka, Wahyudi: Itu Kewenangan Penyidik

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi, Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari hingga kini belum ditahan

Perbekel Celukan Bawang Tak Kunjung Ditahan Sejak Tersangka, Wahyudi: Itu Kewenangan Penyidik
Tribun Bali/Ratu Ayu
Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Wahyudi. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi, Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari hingga kini belum ditahan oleh Kejaksaan Negeri Buleleng.

Ashari juga belum diberhentikan dari jabatannya.

Padahal sesuai  Pasal 32 ayat (1) Perda Nomor 10 Tahun 2006 mengatur bahwa perbekel yang berstatus hukum sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi, terorisme, makar, dan tindak pidana terhadap keamanan negara, diberhentikan sementara dari jabatannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Wahyudi ditemui Senin (25/2/2019) mengatakan, terkait tindakan penahanan menjadi kewenangan pihak penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng.

Sepengetahuannya, penyidik saat ini masih perlu melengkapi suatu hal yang enggan disebutkan oleh Wahyudi untuk kemudian menentukan langkah penahanan terhadap sang perbekel.

"Masalah penahanan itu kan memang kewenangan penyidik. Sudah sejauh mana kewenangan itu, perlu atau tidak perlu dijalankan itu sepenuhnya otoritas dari dia (penyidik). Saya selaku pimpinan tinggal merestui atau memberi petunjuk seperti apa dari pendapat penyidik," ucapnya.

Wahyudi tidak menampik, saat ini Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka. Selama menyandang status sebagai tersangka, Ashari telah diperiksa sebanyak dua kali.

"Penyidik masih melengkapi kelengkapannya agar jangan sampai permasalahan itu gagal di persidangan. Saya belum cek ke penyidik sampai kapan mereka melengkapi kelengkapan itu. Penahanan ada syaratnya. Apakah dia kooperatif, atau berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Kalau penyidik merasa itu memang tidak perlu ya itu terserah penyidik," pungkasnya.

Enggan Berkomentar
Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana ditanya alasan mengapa Ashari belum diberhentikan dari jabatannya, memilih enggan berkomentar.

"Pak Subur (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) tahu itu urusannya. Saya tidak begitu hafal," singkatnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved