Dianiaya Hingga Babak Belur dan Patah Tangan di Denpasar, Bocah 5 Tahun Ngaku Tetap Sayang Ibunya

Dianiaya Hingga Babak Belur dan Patah Tangan di Denpasar, Bocah 5 Tahun Ngaku Tetap Sayang Ibunya

Dianiaya Hingga Babak Belur dan Patah Tangan di Denpasar, Bocah 5 Tahun Ngaku Tetap Sayang Ibunya
Tribun Bali/Putu Candra
YA saat dihadirkan dalam persidangan (kiri), terdakwa Fani usai menjalani sidang di PN Denpasar (kanan). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Wajah YA (5) begitu polos saat digandeng oleh petugas dari Dinas Sosial Provinsi Bali menuju kursi persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (27/2/2019).

Sesekali pandangan anak laki-laki yang kini duduk di TK Besar ini mengarah ke sosok perempuan yang duduk di sisi kanannya.

Perempuan tersebut adalah Fani Fatima alias Siti Fatima alias Fani (28) yang tak lain ibu kandung YA.

Baca: Ini Ciri Ular yang Gigit Bocah di Gianyar Hingga Tewas, Ular itu Tak Dibunuh Tapi Dilepas Disini

Fani sendiri berstatus sebagai terdakwa, terkait perkara penganiayaan yang dilakukannya terhadap anak kandungnya (YA).

YA dihadirkan di persidangan untuk didengar keterangannya selaku anak korban, terkait penganiayaan yang dialaminya, dan dilakukan oleh ibunya sendiri.

Dari pertanyaan yang diutarakan majelis hakim pimpinan Sri Wahyuni, YA menjawab apa yang dialaminya.

Baca: Petugas Temukan Grup WhatsApp Mesum Beranggotakan Siswi SMP hingga SD, Video dan Foto ini Terkuak

YA mengaku kerap mendapat tindak kekerasan dari Fani.

"Kepala dipukul," jawab YA sambil memegang kepalanya.

Sebelumnya kejadian, ia juga kerap dipukul dan dicubit ibunya.

Baca: Kakak Beradik Dikejar-kejar di Pasar, Pedagang Sadar Ketika Kembalikan Uang ke Kedua Wanita ini

"Pernah dipukul, salah ngambil bedak. Salah ambil baju. Dipukul pakai sapu lidi, sapu ijuk," tutur anak terdakwa dari suami pertamanya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved