Kunjungan Wisatawan Meningkat tapi PAD Malah Turun, Begini Solusi Wagub Cok Ace

Kunjungan wisatawan ke Bali jika dihitung secara 'year on year' pada bulan yang sama mengalami peningkatan 17 persen pada bulan Januari 2019

Kunjungan Wisatawan Meningkat tapi PAD Malah Turun, Begini Solusi Wagub Cok Ace
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Wagub Cok Ace saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Kabupaten Badung, Rabu (27/2/2019), di The Trans Resort Bali, Kuta Utara, Badung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kunjungan wisatawan ke Bali jika dihitung secara 'year on year' pada bulan yang sama mengalami peningkatan 17 persen pada bulan Januari 2019.

Ditengah meningkatnya jumlah wisatawan itu, nyatanya tidak sejalan dengan pendapatan pemerintah.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk dari kepariwisataan mengalami kemunduran atau penurunan.

Penurunan ini disinyalir lantaran semakin banyak pihak secara individu yang ikut bersaing menyiapkan tempat menginap bagi wisatawan.

Baca: Ketut Wirama Pimpin Perbarindo Timur, Harapkan Kerja Sama Terjalin Semakin Baik

Baca: LPD Rendang Bukukan Aset hingga Rp 72 Miliar

Disinyalir harga penginapan tersebut berada di bawah standar jika dibandingkan dengan di hotel.

Selain itu, penurunan ini juga disebabkan karena adanya kebocoran-kebocoran.

Salah satu penyebabnya karena sebagian wisatawan yang datang ke Bali adalah mereka yang lebih mementingkan temuan destinasi baru yang berkualitas dan tidak mementingkan layanan dengan budget yang mahal.

Untuk membenahi hal ini, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak seluruh instansi terkait dengan kepentingan pariwisata Bali untuk duduk bersama.

Baca: Bocah Ini Akhirnya Terkulai Tak Berdaya Setelah Bertahan 4 Jam Seusai Dipatuk Ular Sendok

Baca: Resmikan Puskesmas, Bupati Anas: Harus Jadi Mal Orang Sehat, Bukan Orang Sakit

Selain itu, eks Bupati Gianyar ini pun akan berupaya menertibkan asosiasi kepariwisataan dan hotel murah dengan berbagai upaya lainnya.

"Untuk meminimalisir kebocoran yang menyebabkan jebloknya PAD saat kunjungan wisatawan meningkat adalah dengan melakukan penertiban anggota asosiasi yang administrasinya belum lengkap, menertibkan promosi hotel murah yang dapat menjatuhkan harga destinasi terutama yang disediakan oleh perseorangan, menata ulang pariwisata yang ada di Badung secara internal, sekaligus mengendalikan daerah lain dengan cara menggali potensi yang mereka miliki," sambungnya.

Baca: Satgas TMMD Kodim Bangli Gelar Lomba Nyanyi Lagu Bali, Ini Tujuan Mulia di Baliknya

Baca: Petugas Temukan Grup WhatsApp Mesum Beranggotakan Siswi SMP hingga SD, Video dan Foto ini Terkuak

Hal ini disampaikannya saat menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Kabupaten Badung, Rabu (27/2/2019), di The Trans Resort Bali, Kuta Utara, Badung.

Dirinya berharap dilaksanakannya FGD dengan mengangkat tema "Kesiapan Asosiasi Pariwisata Dalam Kontribusinya Terhadap Peningkatan Promosi Destinasi Pariwisata Badung" ini, diharapkan mampu mencari jalan keluar atas kemunduran tingkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditengah kunjungan wisatawan yang meningkat pada bulan yang sama di tahun yang berbeda (year on year). (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved