Ratusan Power Bank hingga Sajam Hasil Sitaan Manajemen Bandara Ngurah Rai Dimusnahkan

Unit Airport Security Department menerapkan secara tegas aturan tentang pembatasan prohibited items ke dalam pesawat udara

Ratusan Power Bank hingga Sajam Hasil Sitaan Manajemen Bandara Ngurah Rai Dimusnahkan
Communications and Legal Section PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Kegiatan pemusnahan barang terlarang yang dilakukan pada Rabu (27/2/2019), di Posko Keamanan Terpadu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dilakukan pemusnahan terhadap 268 unit power bank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus benda tajam yang meliputi gunting, pisau cutter dan pisau. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sebagai salah satu objek vital nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat luas, operasional bandara terikat terhadap sejumlah aturan, terutama dalam segi keamanan dan keselamatan, dalam hal ini adalah keamanan dan keselamatan penerbangan.

Kegiatan transportasi udara yang membutuhkan standar keselamatan dan keamanan yang ekstra, diatur oleh berbagai aturan, baik peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional maupun oleh Pemerintah Indonesia.

Dalam sejumlah dasar hukum yang mengatur keselamatan dan keamanan penerbangan, terdapat sejumlah aturan yang secara spesifik mengatur tentang barang terlarang atau prohibited items yang dibatasi dalam penerbangan.

Baca: 39.210 Surat Suara di Bangli Rusak, KPU Bangli Lakukan Koordinasi dengan KPU Pusat

Baca: Reino Barack, Suami Syahrini Ternyata Punya Kisah Tersendiri di Jagat Hiburan Tanah Air

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 (PM 80 Tahun 2017), benda-benda seperti power bank, korek api, dan sejumlah benda tajam, dianggap termasuk dalam kategori prohibited items karena berpotensi dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai, dan menghilangkan nyawa orang lain, serta dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, terus menerus berkomitmen dalam memastikan kondisi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Selain melakukan sosialisasi dan kampanye kepada pengguna jasa bandara dengan menggandeng sejumlah komunitas bandara, manajemen bandara melalui unit Airport Security Department juga menerapkan secara tegas aturan tentang pembatasan prohibited items ke dalam pesawat udara. 

Baca: Bantah Soal Dalang Kerusuhan 98 & Tantang Sumpah Pocong, Wiranto Ungkap Kivlan Zein Kerap Minta Uang

Baca: Jadi Tonggak Lahirnya Kota Denpasar, Ini Sejarah Berdirinya Puri Denpasar

Benda-benda yang dibawa oleh penumpang, yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dilakukan penyitaan sebelum dapat dibawa masuk ke dalam badan pesawat udara. 

Dalam kegiatan pemusnahan barang terlarang yang dilakukan pada Rabu (27/2/2019), di Posko Keamanan Terpadu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dilakukan pemusnahan terhadap 268 unit power bank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus benda tajam yang meliputi gunting, pisau cutter dan pisau.

“Sebagai pengelola salah satu bandara tersibuk dan terpenting di negeri ini, tentunya keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi satu poin penting yang diperhatikan oleh manajemen,” ujar Co. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto.

Baca: Reino Barack dan Syahrini Resmi Jadi Suami Istri, Lihat Video Jelang Akad Nikahnya

Baca: Prabowo Janji Jemput Habib Rizieq Pakai Pesawat Pribadi Bila Terpilih Jadi Presiden

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved