Wisata Trekking di Desa Belimbing Tabanan, Melintasi Hijaunya Hamparan Sawah

Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan memliki lahan pertanian yang luas

Wisata Trekking di Desa Belimbing Tabanan, Melintasi Hijaunya Hamparan Sawah
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Desa Belimbing Tabanan memiliki jalur trekking dengan melintasi sawah dengan kontur terasering. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan memliki lahan pertanian yang luas.

Namun di sisi lain, ada hal yang harus dijaga dengan komitmen yang kuat. Tantangannya adalah agar lahan tidak beralih fungsi.

“Di Desa Belimbing kami sangat komitmen untuk menjaga lahan pertanian dan mengantisipasi agar tidak terjadi alih fungsi lahan,” kata Perbekel Desa Belimbing, I Made Adi Suayana.

Beberapa hektare lahan pertanian memang sudah mengalami alih fungsi  lahan.

Hanya saja, alih fungsi tidak menjadi perumahan atau kawasan beton, melainkan berubah mejadi lahan perkebunan. Hal itu karena di kawasan bagian selatan desa setempat (Subak Suranadi), kini krisis regenerasi petani atau penggarap sawah sudah mulai berkurang.

“Ya memang ada sedikit di bagian selatan Desa Belimbing yang berubah menjadi perkebunan. Beberapa sawah tidak ada yang menggarap, sehingga dialihkan menjadi kawasan perkebunan,” jelasnya.

Suasana subak di Desa Belimbing Tabanan.
Suasana subak di Desa Belimbing Tabanan. (Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan)

Selain komitmen menjaga alih fungsi lahan, Desa Belimbing juga kini mulai menyiapkan fasilitas pendukung pariwisata seperti jalur trekking hingga penyiapan akomodasi.

Saat ini, desa ini sudah memiliki jalur trekking agar bisa melintasi sawah dengan kontur terasering, termasuk juga objek wisata air terjun.

Belimbing memang memiliki lanskap desa yang eksotik, termasuk hamparan sawah terasering yang telah mendunia.

Sawah  yang sempat  dijadikan lokasi nyangrai kopi massal ini sudah terkenal ke seluruh dunia dan tidak kalah dengan Jatiluwih ataupun daerah lainnya yang mengandalkan obyek sawah terasering.

Belimbing memiliki lahan pertanian terasering dengan luas 300 hektare lebih dan dibagi menjadi enam subak di antaranya Subak Mas, Subak Gemuh, Subak Nyanglad, Subak Teben Telabah, Subak Duren Taluh, Subak Suranadi.

Kemudian, Belimbing juga memiliki dua air terjun yang aksesnya sudah ditata, yakni Singsing Benben dan Singsing Sade.

“Selama ini banyak wisatawan datang berkunjung, namun sebatas lewat begitu saja.  Potensi yang ada belum banyak dilirik selain sawah terasering. Selain itu, sudah ada kesepakatan di masyarakat untuk tidak menjual lahan mereka ketika ada investor masuk. Masyarakat hanya menyewakan dalam jangka waktu tertentu,” ujarnya.

“Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang kesini dari Prancis karena mereka menikmati alam terutama melintasi jalur trekking yang melintasi lahan pertanian,” katanya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved