Guru di Sekolah Menangis Mengingat Ismi Yang Meninggal Karena Digigit Ular Misterius di Rumahnya

Kepala Sekolah, Pudji Winarni, sampai menangis sesenggukan, mengenang kepergian siswinya, yang dikenal aktif dan bertanggung jawab tersebut.

Guru di Sekolah Menangis Mengingat Ismi Yang Meninggal Karena Digigit Ular Misterius di Rumahnya
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Guru Wali Kelas V SDN 7 Gianyar, Bali Budi Sutrisna menunjukkan tempat duduk Ismi Nursaubah, sisw yang tewas digigit ular, Kamis (28/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Duka mendalam sangat dirasakan pihak SD Negeri 7 Gianyar atas kepergian seorang siswinya, Ismi Nursaubah (10) yang tewas dipatuk ular misterius di rumahnya di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Bali.

Bahkan, Kepala Sekolah, Pudji Winarni, sampai menangis sesenggukan, mengenang kepergian siswinya, yang dikenal aktif dan bertanggung jawab tersebut.

Namun di balik peristiwa tragis ini, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap orangtua siswa, yakni jangan menyepelekan patukan ular dan kondisi lingkungan rumah supaya tak menjadi sarang ular.

Sebab tak sedikit masyarakat saat ini menyepelekan patukan maupun keberadaan ular.

Sembari menitikkan air mata, Pudji Winarni mengungkapkan, kepergian Ismi meninggalkan duka mendalam bagi SD Negeri 7 Gianyar.

Menurut dia, Ismi merupakan anak yang mudah bergaul dan bertanggung jawab.

Satu hal yang paling terngiang di pikiran Pudji Winarni dan Guru Walikelas, Budi Sutrisna adalah ketika Ismi terlambat datang ke sekolah, dan tidak mengikuti piket.

Keterlambatannya, biasanya terjadi karena tengah mengasuh adiknya, lantaran kedua orangtuanya tengah ada kesibukan.

“Kalau terlambat, kadang kan saya tegur, kok terlambat. Katanya lagi ngasuh adik. Karena tak ikut piket, ia katakan pada saya, nanti saat jam istirahat, saya yang akan bersihin toilet sekolah. Itu inisiatifnya sendiri, tanpa disuruh. Anak yang masih sekecil itu, memiliki tanggung jawab yang tinggi. Makanya, kami sangat merasa kehilangan,” ujar Budi Sutrisna.

Guru Wali Kelas V SDN 7 Gianyar, Bali Budi Sutrisna menunjukkan tempat duduk Ismi Nursaubah, sisw yang tewas digigit ular, Kamis (28/2/2019)
Guru Wali Kelas V SDN 7 Gianyar, Bali Budi Sutrisna menunjukkan tempat duduk Ismi Nursaubah, sisw yang tewas digigit ular, Kamis (28/2/2019) (Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta)

Menurut Pudji Winarni, meskipun korban bukan anak yang paling cerdas di kelasnya.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved