Jangan Sepelekan Perut Kembung, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Langka

Kedua mata Amin Mahmudah (37) berkaca-kaca, dia juga terisak saat menceritakan kondisi sang putri, Athiyatul Maula (2 tahun 4 bulan).

Jangan Sepelekan Perut Kembung, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Langka
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, Kedua mata Amin Mahmudah (37) berkaca-kaca, dia juga terisak saat menceritakan kondisi sang putri, Athiyatul Maula (2 tahun 4 bulan).

Putrinya terdiagnosa Gaucher Disease saat usia 1 tahun dan 6 bulan.

 
Sebelum terdiagnosa Gaucher, perut Athiya mengalami kembung terus-menerus.

Bahkan, kondisi ini tak kunjung membaik setelah mendapatkan pengobatan.

"Seperti kembung-kembung biasa, tetapi setelah diperiksa kok enggak ada perubahan. Berat badannya juga enggak naik signifikan. Untuk usia enam bulan kan sangat signifikan pertambahannya. Ini hanya naik 100 gram, 200 gram," kata Amin di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Padahal Athiya tak bermasalah dalam asupan ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun dia tampak mudah lelah sehingga dokter memberikan vitamin sebagai terapi.

Gaucher seperti dilansir dari Mayo Clinic, muncul sebagai hasil penumpukan zat lemak tertentu di organ terutama limpa dan hati sehingga mempengaruhi fungsinya.

Zat lemak juga dapat menumpuk di jaringan tulang, melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.

Penderita pada umumnya memiliki perut yang membesar, nyeri pada tulang dan sendi, mudah merasa letih.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved