Mahasiswa Univ Pertahanan Audiensi ke Wakil DPRD Bali, Sugawa Sebut Bali Punya Kearifan Lokal

Dua orang dosen bersama dua orang mahasiswa Universitas Pertahanan melakukan audiensi ke Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry

Mahasiswa Univ Pertahanan Audiensi ke Wakil DPRD Bali, Sugawa Sebut Bali Punya Kearifan Lokal
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Audiensi-Dosen dan mahasiswa Universitas Pertahanan melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry dalam rangka kuliah kerja dalam negeri di Ruang Kerja Wakil Ketua DPRD Bali, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang dosen bersama dua orang mahasiswa Universitas Pertahanan melakukan audiensi ke Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry dalam rangka kuliah kerja dalam negeri untuk mendukung penelitian terkait penerapan kearifan lokal dalam mencegah konflik.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menggali basis kearifan lokal Bali dalam konteks memperkuat ketahanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Sugawa Korry menjelaskan, Bali sebagai bagian dari NKRI, sadar betul bahwa apa yang terjadi di Bali secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap situasi ketahanan nasional karena Bali dipandang sebagai etalase Indonesia.

Maka menurutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana aspek kearifan lokal betul-betul bisa terjaga dan bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka memperkuat masyarakat Bali, baik secara politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

“Misalnya ada wacana wisata halal. Menurut saya, pihak itu kurang mendalami apa yang dilakukan di Bali kaitannya dengan pariwisata,” kata Sugawa Korry di Ruang kerjanya, Kamis (28/2/2019).

Sambungnya, Bali tidak pernah menolak hal-hal yang berkaitan dengan penerapan seperti itu, misalnya rumah makan yang mencantumkan label halal, branding nama daerah, dan termasuk syariah pun bisa. 

Namun sebagai suatu produk, pariwisata di Bali memang harus mempunyai branding yang membedakan (aspek diferensiasi) dengan ‘produk’ pariwisata di daerah lain.

“Oleh karena itu kita di sini mengusung pariwisata budaya. Pariwisata budaya yang sudah berjalan selama ini adalah pariwisata yang menonjolkan aspek kearifan lokal Bali bukan menutup aspek lain seperti tadi,” terangnya.

Baca: Guru di Sekolah Menangis Mengingat Ismi Yang Meninggal Karena Digigit Ular Misterius di Rumahnya

Baca: Sudah Siap Ikut UTBK SBMPTN 2019? Peserta Boleh Ikut 2 Kali Tes

Baca: KPU Bangli Temukan Lebih dari Tiga Ribu Surat Suara DPRD Kabupaten Bangli Rusak

Dengan begitu pihaknya berharap biarkanlah Bali hidup dengan branding-nya sendiri.

“Kami juga sangat senang kalau daerah lain juga memiliki branding yang lain. Dengan demikian kita bisa memperkuatnya dengan kearifan lokal masing-masing daerah,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved