Wayan Marya Merasa Kesurupan Saat Membuat Patung Wajah, Cari Hari Baik Hingga Buat Pelanggan Pingsan

Kadang ia akan mencetak foto yang akan dijadikan patung dalam jumlah banyak lalu di tempel di tembok kamar

Wayan Marya Merasa Kesurupan Saat Membuat Patung Wajah, Cari Hari Baik Hingga Buat Pelanggan Pingsan
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Perajin kop wajah, I Wayan Marya saat membuat patung Jero Raga yang merupakan ibunda Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Di balik rutinitas yang biasa, ternyata menyimpan sisi lain yang menarik untuk diungkap.

Seperti halnya pembuat patung wajah atau patung kop wajah yang dilakukan oleh salah seorang perajin kop wajah, I Wayan Marya.

Ia merupakan perajin patung yang tinggal di Jalan Jungut Narendra, Banjar Anggabaya, Penatih, Denpasar, Bali.

Jika pada umumnya orang menganggap membuat patung hanya memerlukan keterampilan memahat dan inspirasi, berbeda dengan yang dilakukan Marya.

Marya mesti menentukan hari baik untuk memulai menggarap patung wajah ini.

"Disesuaikan dengan hari baik diri sendiri, kan setiap orang membawa hari baik masing-masing. Selain itu, dipadukan dengan hari baik berdasarkan kalender, seperti Purnama, ataupun Kajeng Kliwon," kata Marya saat ditemui di kediamannya, Kamis (28/2/2019) sore.

Selain hari baik, juga harus meminta ijin kepada yang akan dibuatkan patung, sehingga diberikan kelancaran, dikarenakan yang dibuatkan patung kebanyakan mereka yang sudah meninggal.

Dan untuk menghasilkan karya sesuai dengan aslinya, ia harus mempelajari dengan seksama karakter wajah dari orang yang dijadikan patung.

Kadang ia akan mencetak foto yang akan dijadikan patung dalam jumlah banyak lalu di tempel di tembok kamar sehingga setiap saat ia bisa melihat wajah tersebut.

"Memulai membuat patung wajah ini memang tak mudah, saya harus bekerja saat malam atau sehabis sembahyang untuk mendapat ketenangan. Jika sudah tenang, hanya butuh 15 menit sudah bisa terbentuk bagan wajah. Saya merasa seperti orang kesurupan saat membuat patung," tutur lelaki kelahiran 18 Oktober 1974 ini.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved