Kapolresta Jawab Kritikan Soal 23 Tersangka yang Dipamerkan ke Publik, 'Sebaikanya Mikir'

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan menjawab kritikan Forum Rehabilitasi Napza melalui surat terbuka pada Selasa (26/2/2019) lalu.

Kapolresta Jawab Kritikan Soal 23 Tersangka yang Dipamerkan ke Publik, 'Sebaikanya Mikir'
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Aris Purwanto menunjukkan barang bukti narkoba berupa sabu dan tembakau gorila, dan menghadirkan 23 tersangka dalam gelar perkara hasil operasi selama bulan Februari di depan Patung Padarakan Rumeksa Gardapati (PRG) kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (24/2/2019). 

Kapolresta Jawab Kritikan Soal 23 Tersangka yang Dipamerkan ke Publik, 'Sebaikanya Mikir'

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan menjawab kritikan Forum Rehabilitasi Napza melalui surat terbuka pada Selasa (26/2/2019) lalu.

Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, hal itu untuk menginformasi kepada masyarakat sebagai sanksi sosial.

Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, tidak hanya memberikan hukuman pidana, namun juga sanksi sosial untuk memberikan efek jera.

"Saya sebagai Kapolresta merasa bahwa saya melihat kriminalitas untuk kasus narkoba sangat meningkat,"

"Oleh sebab itu saya mempunyai kebijakan bahwa tidak hanya pidana yang harus saya terapkan kepada para pelaku bandar maupun kurir narkoba itu, kita kenakan sanksi sosial juga," ujarnya, Jumat (2/3/2019).

Sementara itu, Kapolresta Denpasar juga menanggapi hal yang dilayangkan oleh Forum Rehabilitasi Napza.

Forum Rehabilitasi Napza juga menduga bahwa ada pelanggaran HAM terhadap para tersangka penyalahgunaan narkoba.

"Kalau memang beliau mengatakan begitu. Beliau bagaimana bisa mengajak masyarakat supaya sadar atau forum tadi itu (Napza) menginformasikan kepada kita,"

"Ini lah bandar narkoba, ini lah kurir narkoba, sampai sekarang kami melakukan kegiatan penyelidikan itu hasil dari informasi masyarakat," tegasnya.

Selain itu Kapolresta Denpasar juga mengungkapkan bahwa forum rehabilitasi Napza harusnya bisa berpikir bagaimana menyelesaikan narkoba masalah ini.

Bahkan lebih lanjut, Mantan Wadir Reskrimum Polda Bali tersebut menjelaskan seharusnya forum rehabilitasi Napza tersebut bisa memberikan informasi kepada pihaknya.

"Forum yang seperti di sampaikan itu, belum pernah memberikan informasi kepada kita, bandar narkoba maupun kurir narkoba maupun pengguna narkoba,"

"Saya akan tetap melakukan press release kasus narkoba, bandar narkoba dan kurir itu di depan Patung Anti Premanisme dan Anti Narkoba," tegas Kapolresta Denpasar. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved