Hari Raya Nyepi

Sambut Nyepi, Putu Nanda Senang Pikul Ogoh-Ogoh Mini dalam Pawai Ogoh-Ogoh PAUD se-Kota Denpasar

Menyambut Hari Suci Nyepi, Pemerintah Kota Denpasar melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Kota Denpasar menggelar Pawai Ogoh-Ogoh PAUD

Sambut Nyepi, Putu Nanda Senang Pikul Ogoh-Ogoh Mini dalam Pawai Ogoh-Ogoh PAUD se-Kota Denpasar
Tribun Bali/Rino Gale
suasana Pawai Ogoh-Ogoh PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kota Denpasar, di Lapangan Lumintang Denpasar, Sabtu (2/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1941, Pemerintah Kota Denpasar melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kota Denpasar menggelar Pawai Ogoh-Ogoh PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kota Denpasar.

Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, di Lapangan Lumintang Denpasar, Sabtu (2/3/2019).

Terlihat ribuan anak-anak PAUD dari 30 gugus se-Denpasar beserta orangtua mereka sangat antusias memikul ogoh-ogoh mini.

Salah satu peserta, Putu Nanda Wibawa (5) mengatakan sangat senang bisa ikut acara ini.

"Senang sekali karena bisa lihat banyak ogoh-ogoh mini dan ketemu banyak teman," ungkapnya dengan gembira.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan, kegiatan pawai ogoh-ogoh ini diadakan setiap tahunnya, guna memupuk konsep wawasan budaya kepada anak-anak dan mengembangkan kreativitas sejak dini serta mengenalkan budaya Bali.

"Kegiatan ini sangat positif, karena pesertanya anak-anak tentu ini menjadi pengenalan budaya sedini mungkin agar mereka mencintai budayanya," ujarnya.

Baca: Harga Tiket Konser John Mayer di Indonesia Hanya Rp 12 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya

Baca: Betis Komang Parwata Terpaksa Ditembak Polisi di Setra Badung Jalan Batukaru Karena Coba Kabur

Baca: Denpasar Timur Petakan Wilayah Rawan Konflik dan Tambah 2 Titik Pawai Ogoh-ogoh

Ia melanjutkan, pendidikan karakter dalam hal ini sangat penting, selain mencintai budaya mengingat kegiatan dilakukan di tempat umum, maka wajib untuk mencintai lingkungan.

"Jangan sampai ada yang buang sampah sembarangan, apalagi itu sampah plastik, guru-guru dan orangtua wajib memberikan contoh kepada anak-anak didiknya untuk menjaga lingkungan kita," ungkapnya.

Kemudian, Rai Mantra turun langsung dan memberikan contoh serta mengajak masyarakat untuk memungut sampah yang terlihat di areal lapangan.

"Saya kira masyarakat sudah mulai sadar, tinggal bagaimana kita terus berikan contoh yang baik mulai dari diri sendiri," tambahnya.

Hal tersebut disambut baik oleh Ketua Panitia Penyelenggara, sekaligus ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar, Made Aryaningsih.

Ia mengatakan, pesan khusus yang ingin disampaikan adalah pendidikan karakter dan penguatan budaya.

"Peserta yang ikut datang dari 30 gugus, bersama orangtua kami bekerja sama untuk kelancaran acara ini dan agar tujuan bersama ini tercapai," ungkapnya.

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved