Dijuluki Best Of 2019 Ogoh-ogoh Banjar Ini Raih Poin Tertinggi, Tersusun dari 1000 Batang Korek Api

Dari 32 nominator ogoh-ogoh, 2 banjar mendapat meraih poin tertinggi sebesar 90,625 yakni Banjar Dukuh Mertajati Kelurahan Sidakarya dan Banjar Mertha

Dijuluki Best Of 2019 Ogoh-ogoh Banjar Ini Raih Poin Tertinggi, Tersusun dari 1000 Batang Korek Api
Tribun Bali/Noviana Windri
Tampak beberapa warga melakukan selfie atau sekedar melihat-lihat ogoh-ogoh "Shang Bhuta Wingkara" oleh STT Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati Kelurahan Sidakarya merupakan salah satu ogoh-ogoh pemeroleh poin tertinggi se-Denpasar, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar menetapkan 32 nominator ogoh-ogoh pemeroleh poin terbaik, Jumat (1/3/2019) lalu.

Dari 32 nominator ogoh-ogoh, 2 banjar mendapat meraih poin tertinggi sebesar 90,625 yakni Banjar Dukuh Mertajati Kelurahan Sidakarya dan Banjar Mertha Rauh Kaja Desa Dangin Puri Kaja.

Ogoh-ogoh "Shang Bhuta Wingkara" (anyiksa atmaning aboros) oleh STT Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati Kelurahan Sidakarya merupakan satu dari dua ogoh-ogoh yang pemeroleh poin tertinggi se-Denpasar.

Ogoh-ogoh "Shang Bhuta Wingkara" di Banjar Dukuh Mertajati, Desa Pakraman Sidakarya, Denpasar, Bali tak pernah sepi dari kunjungan warga untuk selfie atau sekadar melihat-lihat dari dekat, Sabtu (2/3/2019).

Baca: Upacara Panca Wali Krama Besakih, Iring-iringan Ida Bhatara Memargi Menuju Pura Puseh Tohjiwa

Ketua STT Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati, I Made Wahyu Sanjaya menuturkan konsep ogoh-ogoh tercipta dari ide saat berkumpul bersama dan dari senio yang ahli di bidang seni.

"Konsep ogoh-ogoh ini tercipta dari kita ngumpul-ngumpul biasa dan ngumpul bersama senior kita di bidang seni yaitu Bapak Made Putra. Dia yang mengonsep sendiri dari bahan dan bentuk ogoh-ogoh,"

"Ini adalah bhuta kala yang menyiksa para atma atau roh yang sudah meninggal yang membunuh binatang sembarangan."

"Binatang yang tidak pantas dibunuh dan raksasa ini yang menghukum roh-roh itu di dunia lain," ucapnya kepada Tribun Bali, Sabtu (2/3/2019) malam.

Tujuan pengambilan tema ogoh-ogoh "Shang Bhuta Wingkara" yakni agar setiap individu tidak menyiksa ataupun membunuh hewan secara sembarangan dan ikut melestarikan keberadaan lehidupan hewan demi terciptanya keindahan maupun keseimbangan tatanan semesta, khususnya antara manusia dan alam.

Bahan Dasar Ogoh-Ogoh dan Proses Pengerjaan

Halaman
1234
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved