Faktor Utama Penyebab Perceraian adalah Keuangan, Hati-Hati Mengelolanya

Siapa sangka keuangan merupakan faktor utama kehidupan rumah tangga mengalami perceraian.

Faktor Utama Penyebab Perceraian adalah Keuangan, Hati-Hati Mengelolanya
Pexels/rawpixel.com
Ilustrasi diskusi keuangan bersama pasangan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Siapa sangka keuangan merupakan faktor utama kehidupan rumah tangga mengalami perceraian.

Berdasarkan data dari tahun 2015-2018 di Mahkamah Agung, gugatan cerai tiga kali lebih banyak ketimbang talak.

"Sekitar 400.000 wanita yang menggugat cerai suaminya dan hanya 200.000 saja melakukan talak terhadap istrinya," kata Asep Haerul Gani, Psikolog dan Human Capital Coach, dalam acara bedah buku di Pondok Indah Mall, Sabtu (02/03/2019).

Di antara data-data tersebut, masalah yang paling banyak dihadapi oleh pasangan suami istri ada dua faktor utama, yaitu perekonomian rumah tangga yang tidak sesuai dan pertengkaran yang tidak ada habisnya karena masalah finansial.

Setelah diselidiki kata Asep, penyebab utamanya bukan kekurangan uang, melainkan salah mengelola keuangan rumah tangga.

Kebanyakan pasangan suami istri tidak terbuka dalam masalah finansial satu sama lain.

Baca: Pilot Gadungan Ini Baru Tertangkap Setelah 20 Tahun Menerbangkan Pesawat

Baca: Masuki Usia ke-23, LPD Angantaka Turunkan Suku Bunga Kredit

Baca: Cara Mengusir Sakit Kepala dalam 5 Menit Tanpa Pil atau Obat Kimia

"Saya pernah menghadapi client yang menghabiskan Rp 3 miliar untuk membeli aset sementara kebutuhan anak dan istrinya ditelantarkan. Itulah salah satu faktor yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangga," kata Asep.

Asep menuturkan, perencanaan anggaran nikah juga diperlukan. Karena banyak orang yang bangkrut setelah menikah karena pengelolaan finansial yang anjlok.

"Saya pernah menghadiri acara pernikahan yang rundown-nya 365 halaman. Baru dua bulan menikah, hubungannya sudah mulai retak dan muncul tanda-tanda perceraian karena bangkrut akibat biaya nikah yang terlalu berlebihan," ucap dia.

Selain itu, kebanyakan masyarakat Indonesia yang merencanakan pernikahan tidak dibarengi dengan merencanakan biaya rumah tangga setelah menikah seperti biaya makan, biaya membeli rumah, dan biaya lainnya.

Perencanaan keuangan yang buruk disebabkan oleh tidak bisanya seseorang mengelola diri meskipun sudah tahu bagaimana cara mengelola uang.

"Problem utamanya bukan mengelola uang, tetapi mengelola diri. Walaupun sudah diajarkan finansial training, orang tersebut susah mengelola uang karena tidak mengerti bedanya keinginan dan kebutuhan," ujarnya lagi.

Asep juga menganjurkan seluruh orang tua di Indonesia untuk memberi contoh kepada anak-anaknya sejak dini tentang pentingnya membelanjakan uang sesuai kebutuhan, karena setelah melakukan riset, kebiasaan buruk itu berasal dari kebiasaan orangtua yang dilihat anak-anaknya sejak dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Salah Kelola Keuangan Rumah Tangga Bisa Jadi Penyebab Perceraian"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved