Hari Raya Nyepi

Jelang Nyepi, Camat Densel Sebut Tidak Ada Pemetaan Wilayah Rawan Konflik

Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha menyebutkan terdapat 8 titik perayaan pawai ogoh-ogoh di Denpasar Selatan.

Jelang Nyepi, Camat Densel Sebut Tidak Ada Pemetaan Wilayah Rawan Konflik
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha saat ditemui Tribun Bali di Balai Banjar Sawa, Pedungan, Denpasar, Bali, Sabtu (2/3/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Raya Nyepi tahun 2019 tinggal beberapa hari lagi. Sebelum merayakan Nyepi, di Bali biasanya dilaksanakan ritual Malam Pengerupukan yang merupakan ritual wajib menjelang Hari Raya Nyepi.

Pada malam pengerupukan tersebut, setiap banjar akan melakukan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh biasanya diarak mengelilingi desa oleh pemuda dan masyarakat setempat.

Pada gelaran tersebut, potensi terjadinya konflik akibat gesekan antarkelompok pengarak ogoh-ogoh di beberapa wilayah di Denpasar saat perayaan malam pengerupukan 6 Maret mendatang, bisa saja terjadi.

Banyak pengamanan dilakukan dalam perayaan malam pengerupukan tepatnya saat pawai ogoh-ogoh.

Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha menyebutkan terdapat 8 titik perayaan pawai ogoh-ogoh di Denpasar Selatan.

"Di Denpasar Selatan hampir semua desa pakraman melaksanakan kegiatan pawai dan lomba. Ada sekitar 8 titik di wilayah Denpasar Selatan. Terutama yang rutin itu di Mertasari yang besar itu untuk pariwisata juga, di Sesetan, di Panjer, di Pedungan, Pamogan, pokoknya semua desa pakraman melaksanakan," ucapnya saat ditemui Tribun Bali di Balai Banjar Sawa, Pedungan, Denpasar, Bali, Sabtu (2/3/2019) siang.

Ia menuturkan, di wilayah Densel hampir seluruh desa pakraman melaksanakan perayaan malam pengerupukan kecuali Renon.

"Malahan titik perayaan malam pengerupukan bertambah sekarang. Kemarin kita fokus di Pantai Matahari Terbit di Mertasari sama di Sesetan. Saat ini hampir semua desa pakraman melaksanakan. Panjer sekarang juga melaksanakan. Kecuali Renon. Renon memang tidak ada ogoh-ogoh," paparnya.

Baca: Lomba Ogoh-ogoh Tingkatkan Kekompakan Sekaa Truna & Lestarikan Tradisi Leluhur

Baca: TRIBUN WIKI – Inilah Ogoh-ogoh Tainsiat dari 2010 hingga 2018

Baca: Festival Ogoh-Ogoh yang Digelar ST Yuda Asmara Tekankan Peserta untuk Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Sementara, pihaknya mengatakan tidak ada pemetaan wilayah rawan konflik untuk Denpasar Selatan.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved