Hari Raya Nyepi

Lomba Ogoh-ogoh Tingkatkan Kekompakan Sekaa Truna & Lestarikan Tradisi Leluhur

Setelah menggelar lomba ogoh-ogoh se-Jimbaran, Desa Adat Jimbaran kini melakukan penilaian terhadap 13 ogoh-ogoh

Lomba Ogoh-ogoh Tingkatkan Kekompakan Sekaa Truna & Lestarikan Tradisi Leluhur
Tribun Bali/Rino Gale
Ogoh-ogoh Shang Hyang Aji Kreket di Banjar Taman Griya, Jimbaran, Minggu (3/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah menggelar lomba ogoh-ogoh se-Jimbaran, Desa Adat Jimbaran kini melakukan penilaian terhadap 13 ogoh-ogoh di masing-masing banjar.

Salah satunya di Banjar Taman Griya, Jimbaran.

Warga banjar terlihat antusias menyambut kedatangan juri serta tim Desa Adat Jimbaran, Minggu (3/3/2019).

Tim juri langsung melihat ogoh-ogoh Shang Hyang Aji Kreket karya Banjar Taman Griya.

Baca: TRIBUN WIKI – Tradisi Unik yang Sayang Jika Lewatkan setelah Hari Raya Nyepi

Baca: Ramalan Cuaca BMKG Denpasar: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Tim juri juga mengukur tinggi dan bentuk ogoh-ogoh Shang Hyang Aji Kreket tersebut.

Ketua panitia lomba ogoh-ogoh se-Jimbaran, I Made Subagiada menjelaskan, pihaknya tengah melakukan penilaian di masing-masing banjar dengan melihat secara langsung satu per satu ogoh-ogoh.

"Untuk sekarang penilaian di tempat. Nanti pada Rabu (6/3/2019), akan dilakukan di depan MCD dan dinilai oleh tiga juri akademisi yang berasal dari Institut Seni Indonesia. Yang dinilai nanti atraksi ogoh-ogoh 20 persen, dan yang sekarang 80 persen," ujarnya.

Baca: Sulap Pantai Melasti jadi Daya Tarik Wisata, BUMDA Ungasan Kerja Sama dengan Pariwisata Unud

Baca: Sering Menatap Layar Ponsel di Kegelapan? Dampaknya Seperti Gangguan Penglihatan Orang Usia Lanjut

Lanjutnya, tujuan dilakukan kegiatan seperti ini adalah pertama, meningkatkan semangat generasi muda di Jimbaran terkait imajinasi dan kreativitas.

Kedua, meningkatkan kekompakan sekaa truna dalam lingkup banjar agar terjalin dengan baik.

Ketiga, menjaga tradisi leluhur serta budaya dimana proses pembuatan ogoh-ogoh ini harus tetap dilaksanakan.

Baca: TRIBUN WIKI - Apa Saja Tugas Forecaster atau Peramal Cuaca? Berikut Ini Informasi Lengkapnya

Baca: Pernah Mimpi Bertemu Orang yang Sama secara Terus-menerus? Ternyata Bukan karena Jodoh

Keempat, menjadikannya sebagai pemersatu di Jimbaran di luar ranah politik yang berjalan di desa adat.

"Ya, di lain sisi juga, para wisatawan yang ada di Bali biasanya suka dengan adat budaya yang kita miliki," ujarnya.

"Saya berharap di Desa Adat Jimbaran ini, dengan adanya lomba ogoh-ogoh bisa bersatu padu membangun desa dengan tradisi dan adat istiadat yang ada," harapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved