Ratusan Ribu Pemedek Ikuti Melasti Panca Wali Krama, Panjang Iring-iringan Capai 5 Kilometer

Ratusan ribu umat mengiringi pemargi Ida Bhatara saat prosesi melasti dari Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, menuju Segara Watu Klotok

Ratusan Ribu Pemedek Ikuti Melasti Panca Wali Krama, Panjang Iring-iringan Capai 5 Kilometer
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Prosesi melasti serangakian Tawur Agung Panca Wali Krama dari Pura Besakih, menuju Segara Watu Klotok, Sabtu (2/3/2019). 

Tidak hanya umat Hindu, beberapa umat lainnya tampak ikut berkontribusi, dengan menaruh beberapa minuman dan makanan di sekitar Catus Pata Semarapura.

Hal ini sebagai bentuk toleransi antar umat beragama di Bali.

Meskipun hujan terus mengguyur, tidak membuat masyrakat Klungkung untuk urung mengikuti prosesi langka ini.

Semakin sore, bahkan warga semakin memadati area Catus Pata Kota Semarapura. Warga datang dari berbagai penjuru Bali.

"Saya sedari pagi sudah di sini bersama keluarga. Mau ikut melasti sampai ke Watu Klotok. Senang rasanya bisa ikut prosesi ini. Apalagi ini kan 10 tahun sekali," ujar Ni Putu Wahyuni, pemedek asal Desa Akah, Klungkung.

Saat waktu menunjukan pukul 16.12 Wita, suara tabuh mulai terdengar, menandakan pemargi Ida Bhatara akan tiba di Catus Pata Semarapura. Jalanan ketika itu tak ubahnya seperti lautan manusia.

Tidak ada pemedek yang berdiri, semua duduk sembari nunas tirtha dan melakukan persembahyangan saat Pemargi Ida Bhatara.

Suasana sakral mulai terasa ketika Pralingga Ida Bhatara Lingsir melintas. Beberapa orang pun tiba-tiba mengalamai trance.

Jalanan dipadati oleh manusia, bahkan panjang iringan Pemargi Ida Bhatara ini hampir mencapai 5 kilometer.

Setelah sempat menghaturkan pamendak di Catus Pata Semarapura, iringan-iringan itu lanjut memargi ke Segara Watu Klotok.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved