Respon Kritik Forum Rehabilitasi Napza, Ini Alasan Kapolresta Tetap Pajang Tersangka di Depan Umum

Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan angkat bicara soal kritikan aktivis Forum Rehabilitasi Napza yang meminta agar tersangka narkoba tidak dip

Respon Kritik Forum Rehabilitasi Napza, Ini Alasan Kapolresta Tetap Pajang Tersangka di Depan Umum
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan ditemui di Lapas Klas II A Kerobokan pada Jumat (2/3/2019) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan angkat bicara soal kritikan aktivis  Forum Rehabilitasi Napza yang meminta agar tersangka narkoba tidak dipajang di depan umum karena melanggar HAM.

Kombes Ruddi ngotot jika itu dilakukan demi memberikan efek jera kepada tersangka narkoba.

"Saya sebagai Kapolresta merasa bahwa saya melihat kriminalitas untuk kasus narkoba sangat meningkat. Oleh sebab itu saya mempunyai kebijakan tidak hanya pidana yang harus saya terapkan kepada pelaku bandar maupun kurir narkoba, kita kenakan sanksi sosial juga," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan Jumat (2/3).

Sebelumnya, para pelaku kasus narkoba dipajang di depan umum tepatnya di depan Patung Anti Premanisme dan Narkotika, Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar pada Minggu (24/2) lalu.

Menurutnya, dia menyarankan kepada para pengkritik lebih baik memberikan informasi mengenai peredaran narkoba.

"(beri informasi) Ini lah bandar narkoba, ini lah kurir narkoba, sampai sekarang kami melakukan kegiatan penyelidikan itu hasil dari informasi masyarakat," tegasnya.

"Forum yang seperti disampaikan itu, belum pernah memberikan informasi kepada kami, bandar narkoba maupun kurir narkoba maupun pengguna narkoba," terangnya.

Karena itu pihaknya ngotot akan tetap memajang para pelaku narkoba di depan khalayak, atau di depan umum, yang selama ini sudah dilakukan Polresta Denpasar di Patung Anti Premanisme dan Narkotika, Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar.

"Saya akan tetap melakukan press release kasus narkoba, bandar narkoba dan kurir itu di depan Patung Anti Premanisme dan Anti Narkoba," terang Kapolresta Denpasar.

Terkait dasar hukum yang digunakan kata dia, kebijakan itu bisa ia lakukan untuk kepentingan bersama.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved