Ogoh-ogoh 'Cemer Ikang Segara': Ketika Sang Hyang Baruna Murka Lautan Tercemar

Ogoh-ogoh 'Cemer Ikang Segara'mengangkat narasi lingkungan yang kompleks tentang dampak sampah plastik pada ekosistem dan biota laut

Ogoh-ogoh 'Cemer Ikang Segara': Ketika Sang Hyang Baruna Murka Lautan Tercemar
Tribun Bali/eurazmi
Sejumlah warga menyaksikan karya ogoh-ogoh berjudul 'Cemer Ikang Segara' oleh anak-anak ST Sesana Putra Banjar Tengah Ubung. Ogoh-ogoh ini mendapat poin 90, peringkat ketiga dari 32 nominasi terpilih dalam lomba Ogoh-ogoh se-Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Kota Denpasar telah menetapkan 32 karya terbaik dalam Lomba Ogoh-ogoh Denpasar 2019 ini.

Dari sekian nominator, sejumlah karya ogoh-ogoh memiliki karakter tersendiri dan layak diapresiasi karena menyoroti permasalahan penting dan faktual seperti dampak sampah di laut yang makin tercemar.

Seperti ogoh-ogoh bertema lingkungan yang digarap oleh ST Sesana Putra, Banjar Tengah, Ubung, Denpasar Utara.

Judulnya 'Cemer Ikang Segara', mengangkat narasi lingkungan yang kompleks tentang dampak sampah plastik pada ekosistem dan biota laut.

Digambarkan melalui ogoh-ogoh setinggi 5,5 meter itu, Sang Hyang Baruna Murti dengan menunggang Gajah Mina tampak murka karena laut sebagai daerah kekuasaannya dicemari manusia dengan sampah plastik. 

Kemurkaan Hyang Baruna adalah simbol bencana bagi manusia yang telah membuat ekosistem bumi rusak, biota-biota laut mati. Selain Hyang Baruna, juga ada karakter dewi laut yang sedang menangis sedih. 

Pesan dan kritik lingkungan ini ditegaskan pula dengan karakter ikan paus dan penyu di bawah instalasi. Perut ikan paus dipenuhi sampah-sampah plastik.

Sementara, simbol penyu yang terancam punah digambarkan terjerat dalam jaring.

Ketua ST Sesana Putra, Made Yudi Artawa mengatakan, tema ogoh-ogoh ini berangkat dari keprihatinan mereka atas matinya ikan paus di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara 2018 lalu. 

Ikan Paus berjenis paus sperma sepanjang 9,5 meter itu mati dalam keadaan membusuk dengan isi perut terbuka dan penuh dengan sampah plastik.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved