Disebut 'Diam' Soal Dugaan Paedofilia, LBH Apik: Kami Deklarasi Bali Bebas Pelaku Paedofilia

LBH Apik (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Bali bersama APHI Bali (Asosiasi Profesi Hukum) dan DPD RI menyelenggarakan diskusi terbatas

Disebut 'Diam' Soal Dugaan Paedofilia, LBH Apik: Kami Deklarasi Bali Bebas Pelaku Paedofilia
Tribun Bali/Busrah Ardans
LBH Apik (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Bali bersama APHI Bali (Asosiasi Profesi Hukum) dan DPD RI menyelenggarakan diskusi terbatas mengenai 'Urgensi Perlindungan Anak dari Ancaman Paedofil', Senin (4/3/2018) sekitar pukul 13.00 WITA 

Laporan Wartawan Tribun Bali Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - LBH Apik (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Bali bersama APHI Bali (Asosiasi Profesi Hukum) dan DPD RI menyelenggarakan diskusi terbatas mengenai 'Urgensi Perlindungan Anak dari Ancaman Paedofil', Senin (4/3/2018) sekitar pukul 13.00 Wita.

Pembahasan diskusi yang menghadirkan puluhan peserta dan beberapa pemateri tersebut cukup panjang.

Di akhir diskusi pun, dibentangkan sebuah spanduk putih yang bertuliskan 'Deklarasi Bali Bebas Pelaku Paedofilia' yang kemudian diberikan tanda-tangan dari peserta yang hadir.

Luh Putu Anggreni sebagai Ketua P2TP2A Denpasar dan bagian dari LBH Apik Bali yang menjadi inisiator diskusi mengatakan, perbicangan dibuat untuk menjawab pertanyaan dari beberapa pihak yang mempertanyakan sikap LBH Apik.

Apalagi dikatakannya, saat ini terlihat ada pelaporan-pelaporan kepada pemerhati dan penggiat anak dalam beberapa waktu terakhir seperti adanya pelapor tentang pencemaran nama baik.

Baca: Saat Hari Raya Nyepi, BPBD Bali Siagakan 7 Tenaga ESR dan 5 Tenaga Operator Crisis Center  

Baca: Mangku Pastika Ajak Umat Hindu Meningkatkan Kualitas Spiritual saat Nyepi

"Kami di sini membuat diskusi ini lebih ke mengedukasi apa sesungguhnya paedofilia itu. Kan kawan-kawan di pusat kan mempertanyakan sikap kami LBH Apik kok diam, gitu, makanya, saya dari pada seperti itu dan semua punya ranah masing-masing, saya lebih memilih kita ngumpul dan menggelar diskusi sekaligus deklarasi.

"LBH Apik membuat ini pun agar bisa menjawab sikap kita. Teman-teman nasional sering bertanya, kok kawan-kawan aktivis seperti tidak bergerak, kok diam? Jadi kami masuk ke dalam ranah masing-masing yang sudah punya alasan saja," kata dia saat diwawancara usai acara.

Ia mengungkapkan, dari diskusi itu ternyata banyak yang tidak tahu tentang paedofil.

"Beda loh dengan kekerasan seksual. Jadi pakar-pakar ini cukup untuk bisa menjelaskan situasi yang ada saat ini. Sehingga kita tidak bisa men-judge, tidak bisa asal begitu. Artinya edukasi ini lebih bermanfaat ketimbang kita saling masuk dalam situasi yang saat ini terjadi," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved