Hari Raya Nyepi

Mangku Pastika Ajak Umat Hindu Meningkatkan Kualitas Spiritual saat Nyepi

Presiden World Hindu Parisad (WHP), Made Mangku Pastika mengatakan hal utama yang mesti dilakukan saat Nyepi adalah meningkatkan kualitas spiritual.

Mangku Pastika Ajak Umat Hindu Meningkatkan Kualitas Spiritual saat Nyepi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Presiden World Hindu Parisad (WHP), Made Mangku Pastika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Presiden World Hindu Parisad (WHP), Made Mangku Pastika mengatakan hal utama yang mesti dilakukan saat Nyepi adalah meningkatkan kualitas spiritual.

Pastika mengimbau masyarakat, khususnya yang beragama Hindu, dalam memaknai Nyepi untuk meningkatkan spiritual masing-masing supaya pada tahun-tahun berikutnya menjadi semakin baik.

“Mabuk-mabukan, main judi, itu bukan meningkatkan kualitas spiritual. Itu lebih pada menurunkan, kan tidak baik tenggelam dalam perayaan yang justru menurunkan kualitas spiritual,” kata Pastika di Denpasar, Senin (4/3/2019)

Pastika menyatakan sepakat jika perayaan Nyepi dilaksanakan tanpa jaringan internet.

Sebab, tanpa adanya jaringan internet umat bisa lebih khusuk dalam menjalani Catur Bratha Panyepian.

“Ya boleh-boleh saja, dari dulu kan juga kita bilang begitu. Agar terputus dari internet memang harus diblokir oleh provider. Namun, yang terpenting adalah kesadaran dari dalam diri. Kalau pun dinonaktifkan, tapi jika masih menonton hal-hal negatif (misalnya film porno) yang telah di-download sebelumnya, itu kan sama saja. Apa bedanya? Itu tidak sesuai dengan spirit Nyepi,” terangnya. 

Menurutnya, hal itu kembali lagi tergantung dari kualitas spiritual masing-masing individu, kalau sudah berpikiran baik maka tidak perlu lagi diatur seperti itu.

Mengenai perayaan Nyepi tahun ini yang berbarengan dengan tahun politik dan Karya Panca Wali Krama, Gubernur Bali periode 2008-2018 ini, mengatakan justru tujuan dari ketiganya itu hanya satu, yaitu meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik, 

“Mau tahun politik, mau Panca Wali Krama, semua itu dalam rangka memperbaiki kualitas hidup kita. Tahun politik juga untuk memperbaiki kualitas hidup kita, supaya hidup kita menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya,  keputusan mematikan jaringan Internet ini sudah melalui pembahasan bersama antara seluruh komponen yang terkait antara lain, Perwakilan Kementerian Kominfo, Pemprov Bali yang diwakili Dinas Kominfo Provinsi Bali, PHDI Provinsi Bali, MUI Provinsi Bali, MPAG Provinsi Bali, Walubi Provinsi Bali, Keuskupan Denpasar dengan para provider penyedia layanan internet, yang digelar di ruang rapat Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo RI.

Ketua MUI Provinsi Bali Abdul Kadir Makaramah mengatakan diambilnya keputusan pemberhentian sementara merupakan satu bentuk toleransi pemeluk agama terhadap pelaksanaan Hari Raya Agama lainnya. 

“Kita harus menghormati dan menghargai pelaksanaan Hari Raya Agama lain dalam hal ini Hari Raya Suci Nyepi umat Hindu di Bali dan Hari Raya agama lainnya yang tentunya memiliki aturan-aturan tersendiri, kami di Bali siap mendukung,” kata Abdul Kadir.

Hal senada disampaikan Ketua Walubi Provinsi Bali Pdt. DD. IKG. Karyana Govinda dan Ketua Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Provinsi Bali Pdt. Jonathan Suharto yang juga mendukung kebijakan pemerintah untuk melaksanakan penghentian sementara layanan internet di Bali selama perayaan Hari Raya Suci Nyepi.

“Kami juga turut mendukung pelaksanaan hari Raya umat Hindu di Bali agar lebih khusuk. Karena berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, permasalahan bisa timbul berawal dari media sosial yang didukung jaringan internet. Jadi ini bisa mengganggu pelaksanaan Hari Raya Keagamaan,” tutur Pdt. Jonathan Suharto. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved