Pekak Gede Pelegir Meninggal Saat Ikuti Iring-Iringan Melasti Panca Wali Krama Dari Besakih

Kemudian petugas medis yang bertugas di Besakih memberi pertolongan pertama lalu dilarikan ke Puskesmas Rendang.

Pekak Gede Pelegir Meninggal Saat Ikuti Iring-Iringan Melasti Panca Wali Krama Dari Besakih
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gede Pelegir (78), warga Banjar Besakih Kangin, Besakih, Kecamatan Rendang, Kaarangasem, Bali tumbang ketika mengikuti iring - iringan melasti Panca Wali Krama dan Ida Bhatara Turun Kabeh, Senin (4/3/2019) kemarin.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali di lapangan, pekak yang berprofesi sebagai petani itu berjalan kaki dari Pura Pesimpangan ke Besakih.

Sebelum sampai di Pura Manik Mas, korban pingsan tak sadarkan diri.

Pemedek akhirnya memberikan pertolongan.

Kemudian petugas medis yang bertugas di Besakih memberi pertolongan pertama lalu dilarikan ke Puskesmas Rendang.

Usai diperiksa dokter, korban dinyatakan meninggal dunia.

Penyebabnya lantaran kelelahan berjalan kaki saat proses melasti.

Selasa (5/2/2019) Kapolsek Rendang, Kompol Nengah Merta pun membenarkan bahwa korban yang telah lanjut usia tersebut meninggal.

"Dugaan sementara, korban meninggal karena kelelahan saat mengikuti melasti,"ungkap I Nengah Merta. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved