Hari Raya Nyepi

PHDI Minta Paket Nyepi Tanpa Hiburan, Prof Sudiana: Tak Ada Istilah 'Ngembak' Saat Penyepian

PHDI mengimbau agar pihak hotel atau penyedia jasa paket Nyepi ini untuk mengikuti kesepakatan bersama terkait pelaksanaan Nyepi

PHDI Minta Paket Nyepi Tanpa Hiburan, Prof Sudiana: Tak Ada Istilah 'Ngembak' Saat Penyepian
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Iring-iringan pemedek krama Desa Adat Kuta saat menggelar upacara melasti di Pantai Kuta, Senin (4/3/2019), dengan latar semburat matahari tenggelam di langit Kuta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nyepi di Bali memang jadi daya tarik bagi para wisatawan. Apalagi dalam pelaksanaan Nyepi ini, Bali bisa membuat segala aktivitas terhenti bak pulau mati.

Hal ini pun jadi peluang bisnis sehingga munculnya paket Nyepi yang disediakan oleh hotel atau penyedia paket wisata di Bali. Harga paket Nyepi ini pun sangat tinggi.

Terkait dengan hal ini, Ketua PHDI Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau agar pihak hotel atau penyedia jasa paket Nyepi ini untuk mengikuti kesepakatan bersama terkait pelaksanaan Nyepi ini.

Salah satunya tidak ada embel-embel hiburan dalam paket Nyepi ini.

"Yang pasti mereka diharapkan mengikuti apa yang telah disepakati. Tidak boleh beraktivitas di luar hotel dan tidak boleh ada paket hiburan juga. Bagi mereka yang akan menerima tamu di hotel diimbau tidak menggunakan televisi atau hiburan lainnya," kata Prof Sudiana, Senin (4/3/2019) siang.

Jika seandainya ada pihak hotel yang melanggar, ia mengatakan akan menjadi kewenangan pecalang untuk menindak.

Selain itu, dalam pelaksanaan Nyepi ini, PHDI juga menyatakan secara tegas tidak ada istilah ngembak (ke luar rumah) saat penyepian masih berlangsung dengan alasan apapun.

Jika ada yang memiliki ternak dan mau memberi makan ternaknya, harus dilakukan paginya sebelum Nyepi dimulai.

Esoknya saat Ngembak Geni (Umanis Nyepi) baru bisa memberi makan ternak lagi.

Ia juga menambahkan prajuru adat harus tegas dalam pelaksanaan Nyepi ini. Prajuru adat jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik kepada umat lain.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved