Kirim 8 Petinju Bali ke Pra PON 2019, Deddy Turpin Berharap Semuanya Lolos ke PON 2020

Pelatih Tinju Bali, Deddy Turpin (57), berharap semua petinju Bali yang dikirim ke Pra PON 2019 dapat lolos ke PON 2020 di Papua

Kirim 8 Petinju Bali ke Pra PON 2019, Deddy Turpin Berharap Semuanya Lolos ke PON 2020
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Para petinju Bali saat melakukan latihan di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelatih Tinju Bali, Deddy Turpin (57), berharap semua petinju Bali yang dikirim ke Pra PON 2019 dapat lolos ke PON 2020 di Papua.

Pelatih Tinju Bali, Deddy Turpin mengatakan Pra PON 2019 cabang olahraga (cabor) tinju rencananya akan berlangsung di Maluku Utara bulan Agustus 2019.

Untuk menghadapi pertandingan tersebut, Bali telah membentuk tim definitif untuk cabor Tinju pada tanggal 25 Febuari 2019 kemarin, dan telah memulai latihan untuk persiapan menghadapi Pra PON 2019.

Baca: Pengakuan Pilu Freddie Mercury di Akhir Hayatnya, Tak Lebih Dari Sehari Kemudian Ia Meninggal

Baca: Asyik, Krisna Senang Dapat Jemputan Gratis dari TNI Satgas TMMD Bangli

“Tim definitif sudah terbentuk, ada delapan kelas, kalau misalnya mereka lolos seleksi latihan, Insya Allah bisa kirim semuanya,“ ucapnya pada  Tribun Bali di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Selasa (5/3/2019).

Delapan atlet tinju Bali tersebut ialah Krispinus Mariano Wonda kelas 46 kg, Kornelis Kwangu Langu kelas 49 kg, Ferdinandus Seran kelas 52 kg, Julio Bria kelas 56 kg, Jekri Riwu kelas 60 kg, Gregorius Gheda Dende kelas 64 kg, Yohanes Mela kelas 69 kg, dan Gung De kelas 75 kg.

Ia berharap delapan petinju Bali tersebut dapat lolos ke PON 2020 di Papua nanti.

Baca: Pemprov Lakukan Pendataan Terhadap Komunitas Peduli Lingkungan di Bali

Baca: Demi Kesuburan, Pria Harus Konsumsi Ini Agar Sperma Banyak, Kuat dan Gesit

“Tetap ada target, apalagi ini kan Pra PON jatah untuk ke PON, kami usahakan delapan atlet yang dikirim nanti semuanya dapat masuk ke PON. Kami juga minta dukungan masyarakat Bali lah, doanya untuk para atlet,” ucapnya.

Latihan untuk persiapan Pra PON 2019 telah dilakukan oleh para atlet tersebut hampir setiap hari, saat pagi hari para atlet melakukan latihan fisik dan pada sore hari para atlet melakukan latihan teknik.

Dengan latihan tersebut Deddy pun optimis para petinju Bali dapat lolos ke PON 2020 di Papua.

Baca: Ketut Wirayuda Sulap Koran Bekas Jadi Lukisan, Kreativitas Penghuni Lapas Klas IIB Tabanan

Baca: Jenazah Ditampung di Tenda Darurat Sejak Kamar Jenazah RS Mangusada Overload

“Kalau masalah target kami tetep optimis dengan program latihan, apalagi persiapan sekarang termasuk lama ya, kurang lebih 6 bulan, sudah dari seminggu yang lalu kami melakukan latihan pagi dan sore, sementara Pra PON kan bulan Agustus jadi persiapannya cukup panjang, sekiranya kalau untuk mencapai target itu masuk akal tetapi namanya pertandingan tidak bisa mendahului yang di Atas (Tuhan) ya,“ katanya.

Saat ditanya mengenai lawan terberat Bali saat Pra PON 2019 cabor tinju nanti, ia berkata bahwa semua lawan yang akan dihadapi merupakan lawan berat karena petinju daerah lain juga pasti melakukan persiapan untuk Pra PON 2019.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved