Siapkan dan Pakai Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh, Penanggung Jawab Akan Disidang

Bahkan sidak ini digelar full dari H-1 Pengerupukan hingga menjelang petang saat pawai ogoh-ogoh dimulai.

Siapkan dan Pakai Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh, Penanggung Jawab Akan Disidang
Tribun Bali / Putu Supartika
Apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan rangkaian pelaksanaan Nyepi saka 1941 di wilayah Kota Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Kepolisian, TNI, Sat Pol PP, Pecalang serta beberapa unsur masyarakat lainnya menggelar sidak pada Selasa (5/3/2019) malam.

Sidak ini menyasar ogoh-ogoh yang menggunakan sound system.

Beberapa kelompok masyarakat yang terindikasi mempersiapkan sound system saat akan mengarak ogoh-ogoh pun diberikan peringatan tegas.

Tak hanya itu, pemilik atau penanggung jawab kelompok yang kedapatan menggunakan sound system pun pun akan disidang tipiringkan sesuai dengan ketentuan Perda yang berlaku.

Sidak digelar dengan menyasar beberapa titik yakni kawasan jalan Bung Tomo, kawasan jalan Gunung Agung, kawasan jalan Gunung Batukaru, jalan Gunung Rinjani, jalan Imam Bonjol, jalan Diponogoro, kawasan jalan Cokroaminoto serta serta beberapa kawasan lainya.

Bahkan sidak ini digelar full dari H-1 Pengerupukan hingga menjelang petang saat pawai ogoh-ogoh dimulai.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan pihaknya telah menerima laporan tentang adanya aktivitas beberapa kelompok yang telah mengeluarkan dan mempersiapkan sound system.

"Kami akan tindak tegas bagi siapa saja yang menggunakan sound system saat mengarak ogoh-ogoh, hal ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara semua unsur baik kepolisian dan TNI," kata Sayoga.

Ia menambahkan, sesuai dengan aturan, penggunaan sound system yang dapat dikatakan mengganggu keamanan atau membuat kegaduhan diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Sehingga, penindakan terhadap para pelanggar sound system saat malam pengerupukan telah diatur dalam Perda.

"Bagi yang kedapatan mepersiapkan atau menggunakan sound system apalagi di pinggir jalan akan langsung kami sita, penanggung jawab dari kelompok tersebut akan kami sidang tipiringkan sesuai ketentuan Perda, dan barang bukti akan diproses sesuai dengan keputusan pengadilan nantinya," kata Sayoga.

Ia mengajak seluruh masyarakat, utamanya yang akan mengarak ogoh-ogoh untuk mentaati aturan yang telah disepakati.

Mengingat dasar pelarangan soundsystem saat pengerupukan telah jelas dan disetujui semua pihak.

"Jadi kami mengajak semua pihak untuk mentaati aturan dan kesepakatan yang sudah berlaku, dan bagi yang melanggar pastinya akan ditindak tegas," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved