Hari Raya Nyepi

Tradisi Munjung saat Kesanga atau H-1 Nyepi di Desa Selumbung

Desa Pakraman Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali melakukan tradisi munjung saat Tilem Kesanga

Tradisi Munjung saat Kesanga atau H-1 Nyepi di Desa Selumbung
Tribun Bali/I Putu Supartika
Tradisi munjung di Desa Selumbung setiap H-1 Nyepi atau Kesanga. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Jika daerah lain melakukan tradisi munjung saat Galungan, maka Desa Pakraman Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali melakukan tradisi munjung saat Tilem Kesanga.

Hari ini, Rabu (6/3/2019) siang, setelah kentongan Desa berbunyi, ratusan masyarakat Desa Selumbung menuju setra (kuburan) desa dengan membawa sesajen.

Mereka datang ke sana untuk melakukan tradisi munjung atau membawakan sesajen di atas kuburan kerabat mereka yang telah meninggal namun belum diaben.

Baca: Dua Cara Menikmati Indahnya Nyepi di Bali, Ini Akan Sangat Berbeda Dari Daerah Lainnya

Baca: Jelang Hari Raya Nyepi, Pertamina Optimalkan Penyaluran BBM dan Elpiji di Bali

Munjung ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan Tawur Kesanga dan setelah sembahyang keliling ke Pura Kahyangan Tiga maupun Pura Paibon atau Pura Kawitan masing-masing.

Sampai di setra, mereka akan menggelar tikar di atas kuburan kerabatnya lalu menaruh sesajen atau yang biasa disebut punjungan di atas tikar tersebut.

Salah seorang warga, I Nengah Sudana mengatakan ia munjung untuk istrinya yang meninggal dua tahun lalu.

Baca: Berkah Nyepi Bagi Para Napi, 208 WBP Peroleh Remisi, 3 Orang Langsung Bebas

Baca: H-1 Nyepi, BMKG Perkirakan Denpasar Diguyur Hujan Sedang Siang Ini, Malam Berawan

"Memang setiap Kesanga atau sehari sebelum Nyepi, warga yang memiliki kerabat yang sudah meninggal dan dikubur, munjung," kata Sudana.

Tujuannya memberikan 'makan' atau menjenguk keluarga yang telah tiada.

Munjung ini didahului dengan persembahyangan bersama yang ditujukan ke Bhatara Prajapati.

Baca: Ketika Semuanya Hening Dan Tanpa Gerak, Inilah Hari Suci Nyepi di Bali

Baca: Puncak Arus Mudik Nyepi Terjadi Hari Ini, ASDP Gilimanuk Buka 5 Tol Guide Antisipasi Kemacetan

Saat munjung, sanak keluarga yang sudah meninggal dipanggil dan diberikan kopi serta jajan.

Sanak keluarga yang membawa punjungan juga ikut memakan isi banten punjungan tersebut.

"Nanti lungsurannya tidak boleh dibawa pulang. Harus dimakan di setra saja," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved