Smart Woman

Dedikasi Diri untuk Lingkungan, Regina Safri Luncurkan Buku Foto untuk Edukasi Masyarakat

Lewat foto-fotonya, Rere berusaha menggugah hati masyarakat. Ia memotret kondisi hutan Indonesia saat ini, berikut kelangsungan hidup satwa

Dedikasi Diri untuk Lingkungan, Regina Safri Luncurkan Buku Foto untuk Edukasi Masyarakat
Istimewa/dok. Regina Safri
Regina Safri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat Regina Safri pertama kali bertemu orangutan secara langsung, dan menatap ke dalam mata satwa langka itu, ia merasa sejatinya hewan dan manusia tidaklah jauh berbeda.

Orangutan juga merindukan kebebasan dan kehidupan yang damai layaknya manusia. Tak hanya orangutan, hewan lain pun sama. Perasaan inilah yang mendorongnya untuk berjuang demi kelestarian hutan dan lingkungan.

“Saya bukan pejabat yang punya wewenang untuk membuat regulasi. Saya juga bukan orang berduit yang bisa menyumbang banyak untuk membantu konservasi. Yang saya punya adalah kemampuan dalam fotografi. Inilah yang saya pakai sebagai alat berkontribusi,” ungkap wanita yang akrab disapa Rere ini.

Lewat foto-fotonya, Rere berusaha menggugah hati masyarakat. Ia memotret kondisi hutan Indonesia saat ini, berikut kelangsungan hidup satwa.

Beberapa satwa beruntung masih bisa merasakan bebasnya alam liar. Namun tak sedikit pula yang harus menjalani rehabilitasi akibat terluka atau ditangkap pemburu.

Kisah Erin, si gajah yang belalainya terpotong akibat terkena jerat pemburu, pun tak luput dari perhatian dan bidikan kameranya.

Foto-foto ini kemudian dikumpulkan menjadi buku. Hingga saat ini Rere telah menerbitkan dua buku foto dengan tema lingkungan.

Buku pertama berjudul Orangutan Rhyme & Blues (rilis 2012), fokus pada kehidupan orangutan di pedalaman Kalimantan. Buku ke-dua baru saja diluncurkan Februari 2019 lalu dengan judul Before Too Late: Sumatra Forest Expedition.

Selain dalam bentuk buku foto, Rere juga membagikan pengalamannya lewat pameran foto, diskusi, dan media sosial.

Lewat karyanya ia berharap masyarakat semakin sadar dan peduli pada alam. Gambar-gambar yang ia tampilkan pun terbilang ‘halus’. Dari dua buku yang sudah ia publikasikan, sangat jarang tergambar adegan kekerasan.

Halaman
12
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved