WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli Pamerkan Berbagai Karya Seni Berbahan Dasar Koran Bekas

WBP Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA (Lapastik) Bangli pada Minggu (10/3/2019), memamerkan berbagai kerajinannya.

WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli Pamerkan Berbagai Karya Seni Berbahan Dasar Koran Bekas
Tribun Bali/Karsiani Putri
Muhamad Syarief bersama rekan-rekannya ketika menunjukkan kerajinan dari koran bekas pada Minggu (10/3/2019) dalam acara WAVE Festival di Rumah Pintar, Jalan Kamboja No 4 Denpasar, Bali 

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA (Lapastik) Bangli pada Minggu (10/3/2019), memamerkan berbagai kerajinannya.

Istimewanya, berbagai kerajinan cantik ini dibuat dengan menggunakan kertas koran bekas sebagai bahan utamanya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun WBP terlibat dengan masalah hukum namun kami (WBP, red) bisa tetap berkreasi," ujar salah satu WBP sekaligus pengrajin, Muhamad Syarief yang ditemui Tribun Bali dalam kesempatan tersebut.

Kerajinan yang ditampilkan oleh Muhamad Syarief bersama rekan-rekannya ini yakni miniatur motor gede, kapal pesiar, hiasan lampu, kotak tisu sampai dengan bokor dan sokasi.

Untuk miniatur motor dijual dengan kisaran harga Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu, miniatur kapal pesiar Rp 150 ribu sampai dengan Rp 250 ribu, dan kotak tisu Rp 70 ribu sampai dengan Rp 100 ribu.

Untuk bokor dijual dengan kisaran harga Rp 80 ribu dan untuk sokasi dijual mulai dari harga Rp 150 ribu sampai dengan Rp 300 ribu.

Dengan berbagai kerajinan ini, Muhamad Syarief berharap ia dan rekan-rekannya dapat membagikan ilmu yang positif kepada masyarakat khususnya dalam pemanfaatan koran bekas.

"Dan juga, sekiranya nanti ketika kami (WBP, red) keluar dan kembali ke masyarakat, kami bisa lebih berguna dan kami juga dapat membagikan ilmu-ilmu positif yang telah kami dapatkan di Lapastik," ungkapnya.

Pameran dari WBP Lapastik Bangli ini digelar di Rumah Pintar, Jalan Kamboja No 4 Denpasar, Bali serangkaian dengan WAVE Festival atau Festival Kreatif Wirausaha Sosial yang diselenggarakan oleh ACT Global yang merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendukung sektor pendidikan non-formal. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved