Ngopi Santai

Makna Perayaan Nyepi di Bali, Keberanian Melawan Dominasi Dunia yang Bergerak Cepat

Hujan turun rintik-rintik sejak pagi. Seakan nyaris tanpa jeda, kondisi seperti itu bertahan sampai malam hari.

Makna Perayaan Nyepi di Bali, Keberanian Melawan Dominasi Dunia yang Bergerak Cepat
Accorhotels via Tribun Travel
Ilustrasi Nyepi di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hujan turun rintik-rintik sejak pagi. Seakan nyaris tanpa jeda, kondisi seperti itu bertahan sampai malam hari.

Jadilah kembali meringkuk di atas ranjang dan selimut tidur rasanya belum tepat untuk dilipat.

Di luar, sesekali terdengar angin bergemuruh. Tak ada gugusan bintang bertaburan di langit malam yang kelam.

Juga mustahil bisa menonton cahaya terbang yang konon pertanda ada perang ilmu kesaktian.

Demikianlah hari pertama di tahun baru saka 1941 harus dilalui.

Pawai ogoh-ogoh, sorak sorai, suara baleganjur yang saling bersahutan, juga cetag-cetug sound system yang menemani berkrat-krat bir — adalah keriuhan semalam yang harus kembali menuju senyap.

Bali bisu sehari bagai pulau mati.

Di era postmodern, perayaaan Nyepi di Bali adalah sebuah zoom in narasi kecil, sebuah keberanian melawan dominasi dunia yang bergerak semakin cepat.

Manusia harus menyingkir, suung sejenak, memberi kesempatan kepada alam agar leluasa bernapas.

Sebuah penelitian menyebut, terjadi penurunan konsentrasi partikulat dan gas polutan saat Nyepi.

Halaman
123
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved