Nunas Ketenangan Ring Petirtaan Sudamala Desa Bebalang Bangli, Dipercaya Mampu Sembuhkan Penyakit

Petirtaan Sudamala tampaknya tidak lagi asing bagi masyarakat Bali.Pasalnya, kunjungan wisatawan ke objek wisata religi yang berlokasi di Banjar Sedit

Nunas Ketenangan Ring Petirtaan Sudamala Desa Bebalang Bangli, Dipercaya Mampu Sembuhkan Penyakit
dok Banjar Sedit Desa Bebalang, Bangli
Petirtaan Sudamala Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Petirtaan Sudamala tampaknya tidak lagi asing bagi masyarakat Bali.

Pasalnya, kunjungan wisatawan ke objek wisata religi yang berlokasi di Banjar Sedit, Desa Bebalang, Bangli ini kerap kali membeludak hingga mencapai ribuan orang, terlebih saat hari suci.

Menurut tokoh masyarakat setempat, I Ketut Suartika, Petirtaan Sudamala sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan tepatnya awal mula petirtaan itu ada, maupun bagaimana sejarah terbentuknya.

Namun bagi sejumlah pemedek, kata Suartika, dipercaya mampu memberikan ketenangan batin usai melaksanakan pemelukatan.

Sebab itu, objek wisata religi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, khususnya yang beragama Hindu.

“Selain dipercaya memberikan ketenangan jiwa, menurut pemedek yang melukat di sini, juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit, dan penyakit yang telah hilang agar tidak kambuh lagi. Namun itu berdasarkan kepercayaan para pemedek,” ungkapnya.

 Pengembangan Petirtaan Sudamala menjadi objek wisata religi sejak beberapa tahun terakhir ini, lajut Suartika, selain menjadikan Petirtaan Sudamala kian dikenal masyarakat Bali, namanya juga dikenal oleh wisatawan mancanegara, bahkan hingga Amerika.

Kata Suartika, kunjungan wisatawan asal negeri Paman Sam itu tergolong sering, sebab dalam sepekan, setidaknya dua kali pihaknya menerima kunjungan asal Amerika.

“Demikian pula dengan wisatawan asal Perancis. Wisatawan dari dua negara itu yang cukup sering. Rata-rata, tiap kunjungan mereka mendatangkan dua minibus berisi total 12 hingga 15 orang wisatawan,” ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved