Pedagang Pasar Umum Bona Gianyar: Musim Hujan Kebanjiran, Kemarau Kepanasan

Pasca kebakaran di Pasar Umum Bona, Blahbatuh puluhan pedagang yang menempati areal wantilan Pura Desa Bona nasibnya memprihatinkan

Pedagang Pasar Umum Bona Gianyar: Musim Hujan Kebanjiran, Kemarau Kepanasan
Tribun Bali/Eri Gunarta
Waker Pasar Umum Bona, Blahbatuh, Gusti Lanang Gunawan menunjukkan kondisi atap terpal di pasar sementara para pedagang, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pasca kebakaran di Pasar Umum Bona, Blahbatuh Desember 2018 lalu, puluhan pedagang yang menempati areal wantilan Pura Desa Bona dan areal sekolah Paud Bona, nasibnya memprihatinkan.

Saat hujan, air merembes ke lapak pedagang. Saat kemarau, seng dan terpal yang jadi atap membuat pengap pedagang.

Kondisi ini membuat pedagang hanya bisa jualan maksimal 5 jam, ini berbeda dibanding sebelumnya, bahkan sampai malam.

Pantauan di lokasi, lapak dagangan hanya ditutupi terpal dan material penunjang berupa bambu.

Lantaran tak memiliki drainase, banyak terpal yang kondisinya rusak lantaran tak kuat membendung genangan air.

Waker Pasar Umum Bona, Gusti Lanang Gunawan, Minggu (10/3/2019) mengatakan, dirinya sangat prihatin pada nasib para pedagang. Setiap hujan mengguyur Desa Bona, para pedagang dan dagangannya basah.

Sebab atap terpal kondisinya telah rusak lantaran tidak kuat menahan genangan air.

Bahkan, dirinya sebagai penjaga pasar, selalu kewalahan membuang air hujan yang menggenang di terpal, itu dia lakukan supaya terpal tidak jebol.

Menurut Gusti Gunawan, permasalahan yang dihadapi tidak hanya musim hujan. Namun ketika musim kemarau areal pedagang sangat panas.

Hal tersebut karena kawasan ini tertutup tembok dan menggunakan atap terpal. Inilah, kata Gusti Gunawan, menyebabkan para pedagang tidak kuat jualan berlama-lama.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved