25 Pohon Perindang di Canggu Diduga Diracun, Dinas Lingkungan Hidup Badung Lakukan Penelusuran

Pohon perindang di wilayah Canggu, Kuta Utara kondisinya mulai mengering dan rapuh, total ada 25 pohon perindang ditemukan dalam kondisi mati

25 Pohon Perindang di Canggu Diduga Diracun, Dinas Lingkungan Hidup Badung Lakukan Penelusuran
Tribun Bali/Agus Aryanta
Sejumlah pohon perindang dengan jenis angsana yang kering, pohon terpaksa ditebang oleh petugas DLHK Kabupaten Badung, Senin (11/3/2019) agar tidak roboh. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pohon perindang di wilayah Canggu, Kuta Utara kondisinya mulai mengering dan rapuh.

Total ada 25 pohon perindang ditemukan dalam kondisi mati. Pohon jenis angsana ini diduga diracun.

Banyaknya pohon perindang yang mati mulai dicurigai pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung.

Dinas LHK Badung menduga ada unsur kesengajaan sehingga banyak pohon perindang yang mengalami kekeringan, lalu mati.

Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengungkapkan, pihaknya kini telah melakukan penebangan agar tidak ada yang tertimpa ranting pohon yang sudah kering tersebut.

“Hari ini  (kemarin) petugas telah turun ke lokasi melakukan penebangan, karena sudah mati,” ujarnya, Senin (11/3/2019).

Ia menduga matinya pohon angsana di kawasan Jalan Raya Canggu, ada kaitannya dengan kasus serupa pada Agustus 2018 lalu.

Pohon layu dan mengering secara perlahan-lahan bukan secara alami, melainkan ada unsur kesengajaan.

“Buktinya pohon di sekitarnya tidak ada yang mati, tapi pohon itu mati mengering, ini kan aneh,” duganya.

Dengan kecurigaan tersebut, birokrat asal Sempidi, Kecamatan Mengwi itu mengaku akan menelusuri masalah ini, untuk mencari tahu penyebab pasti matinya pohon perindang tersebut.

Selain penebangan pohon mati di Jalan Raya Canggu, petugas dari Dinas LHK juga melakukan penebangan pohon di beberapa titik ruas jalan protokol yang rawan rebah. 

Sisir Pohon yang Mati
Eka Merthawan menambahkan, pihaknya akan menyisir untuk melihat kondisi pohon perindang

“Kami khawatir pohon beresiko itu rebah menimpa warga atau wisatawan. Jadi, kami fokus saat ini untuk menyisir pohon yang berisiko (tumbang),” kata Merthawan.

Sejumlah pohon perindang juga dirompes khususnya yang berdekatan dengan jaringan kabel. Berdasarkan data dari Dinas LHK Kabupaten Badung, 25 persen masuk kategori berisiko, baik karena faktor usia maupun berdekatan dengan jaringan kabel.

“Sebelum terjadi hal tidak diinginkan, kami rompes dahan dan rantingnya. Apalagi pohon yang dekat dengan kabel-kabel listrik itu,” imbuh mantan Kabag Humas Setda Badung itu. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved