Pemilu 2019

Apresiasi Pembebasan Siti Aisyah, Sandiaga Tegaskan Buruh Migran Perlu Perlindungan Negara

Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan di Malaysia akhirnya dibebaskan.

Apresiasi Pembebasan Siti Aisyah, Sandiaga Tegaskan Buruh Migran Perlu Perlindungan Negara
Tribun Bali/Ragil Armando
Cawapres 02, Sandiaga Salahuddin Uno di sela-sela Kampanye di Pulau Dewata, Selasa (12/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan di Malaysia akhirnya dibebaskan.

Siti Aisyah kini bisa kembali ke kampung halamannya di Banten.

Siti Aisyah dapat kembali ke keluarganya usai bebas dari dakwaan setelah jaksa mencabut tuntutan kepadanya, usai dirinya dianggap tidak memenuhi unsur melakukan tindak kejahatan kasus dugaan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam seorang yang dikenal sebagai saudara tiri Diktator Korea Utara, Kim Jong Un.

Bebasnya Siti Aisyah itu mendapat tanggapan langsung dari Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, di sela-sela perjalanan kampanyemya di Jembrana, Selasa (12/3/2019).

Sandiaga menyoroti masih banyaknya buruh migran yang butuh perlindungan.

Baca: Parkir Berkapasitas 1.100 di Bandara Ngurah Rai Rampung, Usung Konsep Design Terasing Sawah Bali

Baca: Pasar Badung Rasa Mall Itu Kini Dilengkapi Wifi Gratis di 18 Titik

"Pertama, kita bersyukur dulu Siti Aisyah bisa terbebaskan setelah dicabut tuntutannya. Ini menjadi remai, pengingat kita semua, kita harus menciptakan lapangan kerja di Indonesia untuk Siti-Siti yang lainnya," katanya.

Mantan Ketua Umum BPP HIPMI ini mengatakan bahwa apabila peluang kerja yang ada di Indonesia tercipta dengan banyak, seharusnya, para Warga Negara Indonesia (WNI) tidak perlu pergi jauh merantau ke luar negeri dengan bermacam risiko yang menanti.

Pun begitu, ia tidak menampik bahwa bekerja di luar negeri juga merupakan hal mulia.

Akan tetapi, masyarakat harus diberikan pilihan dalam hal pekerjaan.

"Kita harus menciptakan peluang kerja yang layak bagi tenaga kerja kita. Jadi, seseorang bekerja di luar negeri bukan karena tak ada pekerjaan, bukan karena terpaksa, tapi memang karena keinginan dia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved