Keamanan dan Ekonomi Desa Adat Jadi Masukan PKB, Dorong Pemberian Diklat untuk Pecalang

Anak Agung Suryawan Wiranatha menyampaikan beberapa masukan kepada Pansus berkaitan dengan penguatan keamanan dan ekonomi di desa adat

Keamanan dan Ekonomi Desa Adat Jadi Masukan PKB, Dorong Pemberian Diklat untuk Pecalang
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Audiensi - Suasana audiensi Paiketan Krama Bali (PKB) dengan Pansus Raperda Desa Adat DPRD Bali dalam rangka memberi masukan untuk penyempurnaan Raperda di Ruang Baleg Kantor DPRD Bali, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bali tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) desa adat kembali melanjutkan proses pembahasan Raperda, bersama tim perumus dari pihak eksekutif. 

Di sela-sela rapat yang dilaksanakan pada Rabu (13/3/2019), di Ruang Baleg, Kantor DPRD Bali, Pansus kedatangan rombongan dari Paiketan Krama Bali (PKB).

Kedatangan PKB ini memiliki tujuan untuk memberi masukan dalam rangka penyempurnaan Raperda sebelum disahkan menjadi Perda.

Ketua Paiketan Krama Bali, Anak Agung Suryawan Wiranatha menyampaikan beberapa masukan kepada Pansus berkaitan dengan penguatan keamanan dan ekonomi di desa adat.

Baca: Gerakan Petani Milenial Digelar di Bali, Diisi Sosialisasi Pergub hingga Pemasaran Berbasis Online

Baca: Terbelit Masalah di Rumah dan Pertemanan, Millennials Jangan Ragu Ikut Konseling

Tambahnya, Raperda desa adat ini memang sangat progresif dan sampai saat ini perubahannya cukup besar, dan sepertinya sudah mulai bisa diterima banyak pihak.

“Kami mengusulkan lebih detail tentang peranan pecalang karena keamanan menjadi salah satu sektor penting yang harus kita jaga, karena sebagai sebuah destinasi wisata, keamanan menjadi faktor yang sangat penting untuk menjadi suatu hal prioritas,” kata Agung Suryawan.

Selain itu, kata dia, masukan yang diberikan juga mengenai bagaimana cara memberdayakan pecalang, serta pemberian pendidikan dan pelatihan (Diklat) untuk pecalang supaya dapat melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)-nya dengan baik, sehingga tidak bersinggungan dengan masalah hukum. 

Baca: Masyarakat Kembalikan Dana Bansos Rp 420 Juta, Wayan Muka Minta Polisi Telusuri Dugaan Korupsi

Baca: Isu Kiamat Semakin Dekat Viral, 52 warga Pindah ke Malang, Tanah dan Rumah Dijual Rp 20 Juta

“Ada usulan agar kita bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan kemampuan pecalang. Di samping itu juga untuk memberikan perlindungan hukum kepada pecalang dalam melakukan tugasnya agar tidak disalahkan, tidak dicarikan unsur pidana atau yang lainnya,” terangnya.

Masukan lainnya adalah mengenai peranan desa adat dalam mempertahankan eksistensinya dengan cara menjaga perekonomian masyarakat adat supaya tetap bisa berjalan dengan baik, dan mampu berkompetisi di era milenial.

Menurut Agung Suryawan, persoalan ekonomi desa adat itu sudah terjawab karena dalam Raperda sudah diatur mengenai pembentukan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (Bupda).

“Salah satunya dengan membentuk badan usaha dan implementasinya seperti apa kita pikirkan bersama,” imbuhnya.

Baca: Bawaslu Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Kampanye Wayan Koster di Acara yang Digelar Polda Bali

Baca: Nikmatnya Bakso Ayam Isi Betutu Khas Bali di Bakso Cafe

Ia menambahkan, masalah pengaturan yowana juga menjadi masukan paiketan karena generasi muda diharapkan bisa melanjutkan apa yang kita miliki di Bali yang disebut sebagai kebudayaan Bali, yang selama ini menjadi ikon dalam pengembangan pariwisata di Bali.

Budaya juga perlu dipertahankan untuk keajegan Bali saat ini dan dimasa mendatang.

Selanjutnya mengenai perubahan nama lembaga dari awalnya bernama desa pakraman menjadi desa adat, ia berharap agar tidak lagi menjadi polemik.

“Sekarang mereka (Pansus) usahakan menjadi lebih umum supaya tidak menimbulkan diskusi berkepanjangan yang tidak begitu penting, padahal yang kita fokuskan adalah bagaimana memberdayakan lembaga itu, bukan pada unsur nama. Kita sudah cukup senang dengan apa yang dihasilkan. Mudah-mudahan bisa diterima dan diketok palu,” paparnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved