Melarat di Pulau Surga

Kisah Pilu Nyoman Muder 20 Tahun Merintih Sakit di Gubuk Reot, Lumpuh Usai Jatuh dari Pohon

Sesekali pria asli Banjar Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu ini merintih menahan derita saat penyakitnya kambuh.

Kisah Pilu Nyoman Muder 20 Tahun Merintih Sakit di Gubuk Reot, Lumpuh Usai Jatuh dari Pohon
Tribun Bali/Saiful Rohim
MELARAT - Nyoman Muder saat mendapat perawatan di RSUD Karangasem, kemarin (12/3/2019). Kondisi gubuk (kanan) Nyoman Muder di Banjar Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - I Nyoman Muder (67), terbaring di Ruang Wijaya Kusuma, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem, Selasa (12/3).

Wajahnya tampak pucat pasi. Selang infus terpasang di  tangan kirinya.

Sesekali pria asli Banjar Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu ini merintih menahan derita saat penyakitnya kambuh.

Muder mengaku tak kuat lagi terlebih kondisi kakinya yang lumpuh.

Wayan Selamat (39) mengatakan, pamannya lumpuh setelah terjatuh dari pohon setinggi 10 meter tahun 1999.

Kala itu Muder hendak memanen untuk membuat tuak. Saat kakinya lumpuh penyakit hernia mulai kambuh.

"Penyakitnya bersamaan datang tahun 1999. Saat itu sempat panggil dokter, tapi didiagnosa di bagian pantat cuma terkilir," kata Wayan Selamat ditemui Tribun Bali di Ruang Wijaya Kusuma.

Nyoman Muder saat mendapat perawatan di RSUD Karangasem, kemarin (12/3/2019).
Nyoman Muder saat mendapat perawatan di RSUD Karangasem, kemarin (12/3/2019). (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Sejak saat itu, Muder tidak pernah dibawa ke ke rumah sakit lagi.

Kata dia, biaya pengobatannya menjadi kendala utama. Ia hanya dirawat di gubuk yang beratapkan daun.

Muder dibantu keponakannya setiap makan, minum, hingga buang air.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved