Maraknya Produk Lip Tint & Lip Balm Berbahaya, Siswa Smansa Ciptakan Produk Berbahan Alami

Banyaknya lip tint dan lip balm mengandung bahan berbahaya membuat siswa Smansa melakukan penelitian menciptakan produk tersebut dari bahan alami

Maraknya Produk Lip Tint & Lip Balm Berbahaya, Siswa Smansa Ciptakan Produk Berbahan Alami
instagram.com/@3ceofficial via Tribun Jakarta
Ilustrasi perempuan memakai lip tint. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bagi sebagian besar kaum hawa, keberadaan lipt tint dan lip balm pasti sudah tak asing lagi.

Benda yang berfungsi sebagai pewarna dan pelembab bibir ini mungkin saja dipakai setiap hari, bahkan bisa saja menjadi salah satu benda yang wajib ada di tas ketika kemana pun pergi.

Namun nyatanya, keberadaan lipt tint dan lip balm saat ini banyak yang memiliki kandungan atau senyawa kimia yang berbahaya.

Baca: Atlet Tinju Denpasar Charles Bria Bertekad Pertahankan Gelar Juara Wali Kota Cup 2019

Baca: Soal Kedekatannya dengan Gisel, Wijin: Keluarga Udah Nanyain

Hal itu menjadi perhatian bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa).

Mereka akhirnya melakukan penelitian untuk menciptakan lip tint dan lip balm dari bahan-bahan alami sehingga tidak berbahaya bagi bibir.

Adalah Ni Komang Windu Rejeki (15), Kadek Diva Juliantara (15), Putu Ari Shatui Dewi (15), Ida Ayu Karralika Raidinjana (16), dan Anggi Anggara Sigma (15) yang melakukan penelitian tersebut.

Tim Smansa Denpasar saat mengikuti lomba di ajang Malaysia Technology Expo di Putra Trade Center, Kuala Lumpul, Malaysia. Ni Komang Windu Rejeki (15), Kadek Diva Juliantara (15), Putu Ari Shatui Dewi (15), Ida Ayu Karralika Raidinjana (16), dan Anggi Anggara Sigma (15)
Tim Smansa Denpasar saat mengikuti lomba di ajang Malaysia Technology Expo di Putra Trade Center, Kuala Lumpul, Malaysia. Ni Komang Windu Rejeki (15), Kadek Diva Juliantara (15), Putu Ari Shatui Dewi (15), Ida Ayu Karralika Raidinjana (16), dan Anggi Anggara Sigma (15) (Dokumentasi Tim Smansa Denpasar)

“Jadi, penelitian yang kita pakai itu adalah heta lip tint dan heta lip balm itu dari kulit buah naga dan kulit buah labu,” Ni Komang Windu Rejeki saat ditemui di sekolahnya, Senin (11/3/2019).

Windu menjelaskan mengapa kulit buah itu dipilih sebagai bahan penelitian.

Alasan paling mendasar, di Bali khususnya, bahan-bahan tersebut tidak pernah dipakai untuk membuat produk dan biasanya dibuang hingga menjadi limbah.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved